Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Menkeu: Dampak Covid-19 Lebih Kompleks dari Krisis 1998 & 2008

Ekonomi Virus Korona ekonomi indonesia krisis ekonomi
Husen Miftahudin • 06 April 2020 19:17
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dampak pandemi virus korona (covid-19) terhadap kinerja ekonomi domestik lebih kompleks dibandingkan dengan krisis-krisis terdahulu. Termasuk krisis moneter yang terjadi pada 1998 dan resesi global pada 2008.
 
"Saya sampaikan, covid-19 jauh lebih kompleks dari krisis 2008/2009. Juga jauh lebih kompleks dari krisis 1997/1998 karena kita tahu penyebab dan bisa contain," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR secara virtual di Jakarta, Senin, 6 April 2020.
 
Menurutnya dampak kompleks covid-19 lantaran sulitnya mendeteksi faktor yang menjadi penyebab utama hadangan sektor ekonomi dan keuangan. Namun pandemi ini mengancam manusia, mematahkan seluruh fondasi ekonomi di seluruh negara, hingga menyebabkan gejolak di pasar modal yang tidak ada jangkarnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara pada krisis 2008 diketahui penyebab utamanya, yakni kegagalan di lembaga keuangan dan korporasi. "Kalau sudah declare bankrupt dan dihitung kerugian sudah muncul anchor (jangkarnya)," jelas dia.
 
Resesi global saat itu terjadi lantaran pasar keuangan di Amerika Serikat (AS) terlilit kasus subprime mortgage. Kasus ini bermula saat pemerintah AS memberi kemudahan kepemilikan rumah terhadap kaum kelas menengah bawah (berpendapatan rendah atau subprime).
 
Sayangnya, subprime mortgage atau kredit jangka panjang yang berkisar antara 10-20 itu kemudian terjadi default atau mismatch credit akibat 'bermainnya' bank kredit perumahan (KPR) terbesar di AS, Lehmann Brothers yang menjual kembali KPR-nya ke Bank Investasi.
 
Sedangkan covid-19, aku Sri Mulyani, diumpamakan tidak terlihat jangkar atau tempat pemberhentiannya. Hal ini karena pandemi covid-19 belum diketahui sampai kapan berakhirnya. "Apakah sudah setelah puncak mengerikan atau dalam situasi lebih baik," ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
 
Begitu pun bila dibandingkan dengan krisis moneter 1998 yang pada saat itu pemerintah mengetahui penyebabnya dan bisa diatasi. "Kalau covid belum bisa containment (ditahan)," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif