Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Pemerintah Tetap Jaga Rasio Utang di 2020

Ekonomi utang luar negeri RAPBN 2020
Eko Nordiansyah • 26 Juni 2019 08:25
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan lebih berhati-hati dalam mengelola utang untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Pemerintah akan tetap menjaga utang di bawah 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Kami akan tetap membuat rasio utang terhadap PDB enggak lebih 30 persen. Jadi tetap 29 sampai 30 persen terhadap PDB," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Meskipun PDB diprediksi tumbuh antara 5,2-5,5 persen sesuai asumsi makro tahun depan, namun dirinya menambahkan utang tidak akan mengalami kenaikan. Bahkan pembiayaan APBN dengan utang terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun sejak 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2020, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 1,52 sampai dengan 1,75 persen dari PDB. Artinya pemerintah masih akan melakukan pembiayaan anggaran dengan utang, yang jauh dari batas yang diperbolehkan dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara sebesar 60 persen terhadap PDB.
 
"Kita melihat karena 1,52-1,75 persen dari PDB, berarti pemerintah akan tetap menutup melalui pembiayaan utang. Kalau kita melihat pembiayaan utang kita itu terus menurun tambahannya dari 2017 ke 2018 ke 2019 dan kita harapkan 2020 dia terus menurun," jelas dia.
 
Dengan perkiraan defisit anggaran tadi, Kemenkeu memperkirakan pendapatan negara akan berada di rentang 12,6 sampai 13,7 persen dari PDB. Sementara itu, penerimaan perpajakan ditaksir antara 10,6 sampai 11,2 persen, belanja negara 14,3 sampai 15,2 persen dari PBD.
 
"Kalau kita pakai batas bawah pertumbuhan 5,2 persen, maka primary balace di nol. Tapi kalau pertumbuhan ekonomi lebih tinggi maka primary balance akan jadi positif dan ini akan menjadi sinyal karena kita bisa membuat primary balance di 2020 mengarah ke at least nol tapi bisa positif," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif