Presiden Joko Widodo saat membacakan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senayan. (FOTO: Metro TV)
Presiden Joko Widodo saat membacakan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senayan. (FOTO: Metro TV)

Belanja Negara di RAPBN 2020 akan Mencapai Rp2.528,8 Triliun

Ekonomi RAPBN 2020 Nota Keuangan 2019
Angga Bratadharma • 16 Agustus 2019 15:04
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapan belanja negara akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan melanjutkan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah yang memperkuat SDM di tengah kemajuan teknologi dan informasi.
 
"Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, belanja negara direncanakan akan mencapai Rp2.528,8 triliun atau sekitar 14,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)," kata Jokowi, dalam Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2020 dan Nota Keuangan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
 
Selain itu, lanjut Jokowi, belanja negara juga ditujukan untuk meningkatkan investasi dan ekspor. Langkah itu dilakukan melalui peningkatan daya saing dan produktivitas, akselerasi infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesuai dengan amanat konstitusi, tambahnya, pemerintah pun mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara. Pada 2020, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp505,8 triliun atau meningkat 29,6 persen dibandingkan dengan realisasi anggaran pendidikan di 2015 yang sekitar Rp390,3 triliun.
 
Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut, Jokowi berharap, tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal. Ia meminta kmampuan dasar anak-anak Indonesia harus terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan dasar.
 
"Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains, sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ucapnya.
 
Di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, masih kata Jokowi, pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Bahkan, pemerintah juga mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan.
 
"Kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif