Ekonomi indonesia. Foto: MI.
Ekonomi indonesia. Foto: MI.

Ekonomi Indonesia Punya Banyak Peluang, Investasi Asing Jadi Kunci Menuju 2027

Arif Wicaksono • 11 September 2026 14:10
Ringkasnya gini..
  • Indonesia justru punya ruang besar untuk terus bertumbuh. Salah satu kuncinya ada pada investasi asing yang masuk ke sektor-sektor strategis.
  • Peluang tersebut terlihat dari tren investasi di kawasan Asia. Arus Penanaman Modal Asing (PMA) ke Asia Tenggara meningkat dari sekitar USD225 miliar pada 2024 menjadi hampir USD250 miliar pada 2025.
Jakarta: Ketidakpastian ekonomi global belum benar-benar reda. Suku bunga Amerika Serikat (AS), tensi geopolitik, hingga perubahan rantai pasok global masih menjadi tantangan bagi banyak negara.

Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia justru punya ruang besar untuk terus bertumbuh. Salah satu kuncinya ada pada investasi asing yang masuk ke sektor-sektor strategis.

Peluang tersebut terlihat dari tren investasi di kawasan Asia. Arus Penanaman Modal Asing (PMA) ke Asia Tenggara meningkat dari sekitar USD225 miliar pada 2024 menjadi hampir USD250 miliar pada 2025.
 

Baca juga:  Ekonomi Indonesia Diprediksi Tetap Tumbuh 5,2% di Tengah Ketidakpastian Global


Kondisi ini menunjukkan Asia Tenggara semakin menarik bagi investor global. Relokasi rantai pasok, ekspansi manufaktur, serta pertumbuhan pasar ASEAN menjadi sejumlah faktor yang membuat kawasan ini tetap dilirik.

Indonesia pun punya modal yang cukup kuat untuk ikut mengambil peluang tersebut. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam forum The Indonesia Equation: Risks, Returns and the Road to 2027 yang digelar Bank DBS Indonesia. Forum tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, analis DBS Group Research, dan perusahaan multinasional untuk membahas prospek ekonomi serta investasi Indonesia menuju 2027.

Indonesia Punya Modal untuk Tumbuh

Senior Economist DBS Group Research Radhika Rao menilai perubahan lanskap ekonomi global yang semakin multipolar dapat menjadi peluang bagi Indonesia.

Menurutnya, posisi Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam dan besarnya jumlah penduduk. Indonesia punya peluang untuk naik kelas dengan menarik investasi berbasis teknologi dan memperkuat rantai nilai di dalam negeri.

Ekonomi digital, manufaktur, teknologi, hingga industri kendaraan listrik menjadi sektor yang berpotensi memperbesar sumber pertumbuhan baru.

"China+1" dan "Taiwan+1", misalnya, membuat perusahaan global mulai melakukan diversifikasi lokasi produksi. Tren ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan bagian dari pergeseran rantai pasok tersebut.

Apalagi Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang melimpah, serta basis industri yang terus berkembang.

Hilirisasi Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Salah satu kekuatan Indonesia adalah agenda hilirisasi. Bukan cuma soal mengolah sumber daya alam sebelum diekspor, hilirisasi juga berpotensi menciptakan rantai industri baru di dalam negeri.

Investasi yang masuk dapat bergerak lebih jauh ke sektor energi, infrastruktur, manufaktur, hingga ekosistem kendaraan listrik. Jika rantai industri tersebut semakin panjang di dalam negeri, nilai tambah yang dihasilkan juga berpotensi semakin besar.

Indonesia pun punya peluang untuk tidak sekadar menjadi pemasok bahan mentah, tetapi ikut mengambil posisi dalam rantai pasok global. Potensi yang sama juga terbuka di sektor elektronik, semikonduktor, teknologi, dan kendaraan listrik.

Meski peluangnya besar, Indonesia tidak sendirian. Negara-negara ASEAN lainnya juga berlomba menarik perusahaan global. Oleh karena itu, punya pasar besar saja belum cukup. Investor juga akan melihat seberapa mudah menjalankan bisnis, seberapa cepat proses perizinan, bagaimana kepastian regulasi, hingga kualitas infrastruktur dan tenaga kerja.

Stabilitas ekonomi dan nilai tukar juga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi perusahaan multinasional yang harus menghitung biaya modal serta risiko bisnis dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, persaingan mendapatkan investasi bukan cuma soal siapa yang punya sumber daya paling banyak, tetapi siapa yang bisa menawarkan ekosistem bisnis paling siap.

Perusahaan Global Punya Tiga Pilihan

Memasuki 2027, perusahaan multinasional pada dasarnya menghadapi tiga pilihan dalam melihat pasar Indonesia yakni expand, deepen, atau reassess.

Expand berarti memperbesar investasi dan operasional. Deepen berarti memperdalam bisnis serta rantai pasok yang sudah ada. Sementara reassess berarti mengevaluasi kembali eksposur bisnis berdasarkan perkembangan risiko dan peluang.

Pilihan tersebut akan sangat bergantung pada sektor usaha, kondisi pasar, strategi perusahaan, serta kemampuan mengelola risiko.

Bagi Indonesia, semakin banyak perusahaan yang memilih expand dan deepen tentu menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Di tengah peluang tersebut, kebutuhan perusahaan multinasional juga semakin kompleks. Perusahaan tidak hanya membutuhkan pembiayaan, tetapi juga solusi untuk menghadapi perubahan suku bunga, nilai tukar, regulasi, serta kondisi ekonomi lokal.

Head of Large & Multinational Corporates, Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Natalia Ratulangi mengatakan perusahaan multinasional membutuhkan mitra perbankan yang mampu memberikan solusi sekaligus pemahaman terhadap perkembangan pasar.

Konektivitas perbankan di kawasan Asia dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat membantu perusahaan mengembangkan bisnis lintas negara.

Bagi Indonesia, dukungan tersebut penting karena arus investasi asing bukan hanya soal masuknya modal. Investasi juga dapat membawa teknologi, membuka lapangan kerja, memperluas kapasitas produksi, dan memperkuat koneksi Indonesia dengan rantai pasok global.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno mengatakan realisasi investasi Indonesia masih menunjukkan tren positif.

Pemerintah pun terus mendorong perbaikan iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi, perizinan, serta layanan investasi yang terintegrasi.

Pada akhirnya, peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 2027 akan sangat bergantung pada kemampuan negara mengubah berbagai keunggulan tersebut menjadi investasi dan aktivitas ekonomi nyata.

Modalnya ekonomi indonesia muncul dari pasar besar, sumber daya, hilirisasi, manufaktur, ekonomi digital, dan posisi strategis di ASEAN. Tantangannya sekarang adalah memastikan semua modal tersebut bisa dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan