KSSK awal 2018 memproyeksikan kondisi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terkendali. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)
KSSK awal 2018 memproyeksikan kondisi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terkendali. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

KSSK Optimistis Kondisi Stabilitas Ekonomi Tetap Terkendali

Ekonomi ekonomi indonesia kssk
Annisa ayu artanti • 23 Januari 2018 11:58
Jakarta: Hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) awal 2018 memproyeksikan kondisi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terkendali.
 
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rangka mendukung momentum pertumbuhan perekonomian nasional.
 
Kondisi itu ditandai dengan tingkat inflasi yang rendah sesuai target, neraca transaksi berjalan pada tingkat yang sehat, aliran masuk modal asing yang stabil, nilai tukar rupiah yang terjaga, cadangan devisa yang menguat, kebijakan fiskal dengan tingkat defisit anggaran, serta defisit primary balance yang lebih rendah dari target APBN-P 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu kinerja perbankan dan pasar modal juga dinilai semakin membaik, tren performa surat berharga negara (SBN) yang positif, kecukupan dana penjaminan simpanan, serta persepsi investor yang positif terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan.
 
"KSSK akan mengoptimalkan bauran kebijakan dari sisi fiskal, moneter, makro dan mikroprudensial, serta pasar keuangan dalam menjaga momentum perekonomian dari tantangan yang dapat mengganggu kesinambungan dan stabilitas sistem keuangan," kata Sri Mulyani saat konferensi pers, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.
 
KSSK yang terdiri dari Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mencermati sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas sistem keuangan baik dari sisi eksternal maupun domestik.
 
Sedangkan dari sisi eksternal, KSSK mencermati rencana lanjutan kenaikan Fed Funds Rate dan normalisasi neraca bank sentral AS, normalisasi moneter negara maju, moderasi pertumbuhan (rebalancing) ekonomi Tiongkok dan dinamika konflik geopolitik.
 
Sementara dari sisi domestik, KSSK mencermati tantangan seperti dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap inflasi atau subsidi, aliran dana non-residen pada pasar keuangan, tingkat permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih.
 
"Lalu persepsi pasar terhadap kondisi politik menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019, serta perkembangan mata uang virtual (cryptocurrency) termasuk bitcoin," sebut Sri Mulyani.
 
Namun dari prospek dan tantangan itu, lanjut Sri Mulyani, KSSK mendorong sinergi kebijakan dan reformasi struktural yang diperlukan untuk memelihara dan mengantisipasi stabilitas sistem keuangan dalam mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Komitmen tersebut tercermin dalam Rencana Kerja KSSK 2018 meliputi pengkajian implementasi peraturan pelaksanaan UU PPKSK, pelaksanaan simulasi penanganan krisis sistem keuangan, operasionalisasi Sekretariat KSSK, dan peningkatan kapasitas pegawai," tutup dia.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif