Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Bank Indonesia Optimistis Rupiah Menguat di 2019

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah rapbn 2019
11 Januari 2019 12:01
Palembang: Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan menguat sepanjang 2019. Keyakinan itu karena adanya sejumlah indikator yang menunjukkan tren rupiah mampu perkasa.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar saat ini sudah berkisar Rp14.000 per USD atau lebih baik dari 2018 yang pernah menyentuh angka Rp15.000 per USD. "Kami masih melihat bahwa nilai tukar saat ini masih under value," kata Perry, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 11 Januari 2019.
 
Artinya, lanjut Perry, masih banyak potensi untuk stabil dan menguat. Perry menjelaskan terdapat empat faktor yang mendorong pergerakan nilai tukar menjadi stabil dan menguat. Pertama, terkait kebijakan suku bunga. Ia menjelaskan kebijakan suku bunga Tanah Air sudah membuat imbal hasil aset keuangan Indonesia termasuk obligasi menjadi menarik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga memang meningkatkan arus modal asing masuk ke Indonesia dan menambah pasokan valas di dalam negeri," kata dia.
 
Kedua, kecenderungan kenaikan suku bunga di dunia, khususnya di Amerika yang lebih rendah dari yang diperkirakan. Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan adanya kenaikan suku bunga acuan sebanyak tiga kali. "Ternyata paling hanya dua kali sehingga timbul kondisi investor global mulai beralih ke negara yang menarik, termasuk Indonesia," kata dia.
 
Ketiga, defisit neraca perdagangan atau transaksi berjalan Indonesia yang diupayakan lebih rendah dari tahun lalu. Perry menjelaskan tahun lalu angka defisit tersebut sebesar tiga persen dari PDB dan diupayakan tahun ini sekitar 2,5 persen. "Artinya dari sisi fundamentalnya cenderung menguat," kata dia.
 
Keempat, pasar semakin berkembang di mana saat ini sudah sudah pasar SWAP dan pasar transaksi forward atau yang disebut domestic non delivery forward (DNDF). "Sebelumnya, transaksi valas hanya di pasar tunai atau spot," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif