Ilustrasi APBN - - Foto: dok MI
Ilustrasi APBN - - Foto: dok MI

Sasaran Belanja APBN 2021, Mulai dari Pendidikan, Kesehatan, sampai Bansos

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi defisit anggaran Anggaran Pendidikan APBN 2021
Eko Nordiansyah • 13 Oktober 2020 18:43
Jakarta: Pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp2.750 triliun pada tahun depan. Di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut, pemerintah menargetkan sejumlah kebijakan strategis.
 
Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Ubaidi Socheh Hamidi mengatakan beberapa dinamika ekonomi tahun depan akan memengaruhi penetapan defisit anggaran 2021.
 
"Kemudian cara kita melakukan penetapan defisit baik yang dibentuk dari penetapan belanja, itu dilakukan untuk mendukung kebijakan strategis 2021," kata dia dalam seminar virtual di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa sektor strategis di 2021, tersebut yakni belanja pendidikan yang mencapai Rp550,5 triliun. Anggaran ini digunakan untuk mendukung penguatan kualitas pendidikan melalui peningkatan skor PISA, penguatan penyelenggaraan PAUD dan peningkatan kompetensi guru.
 
"Di sisi kesehatan dialokasikan Rp169,7 triliun, masih dilakukan untuk mengakselerasi pemulihan kesehatan akibat covid-19, juga secara paralel mendukung reformasi Jaminan Kesehatan Nasional," jelas dia.
 
Selain itu, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp421,7 triliun untuk perlindungan sosial seperti penyaluran bantuan sosial (bansos). Anggaran ini dimaksudkan untuk mendukung reformasi perlindungan sosial secara bertahap.
 
"Agar perlindungan sosial itu bisa dilakukan secara tepat sasaran yang berbasis siklus hidup dan antisipasi aging population," ungkapnya.
 
Pemerintah juga mengalokasikan Rp413,8 triliun untuk konektivitas antar wilayah melalui pembangunan infrastruktur dasar. Kebijakan strategis lainnya adalah ketahanan pangan yang dialokasikan Rp104,2 triliun, salah satunya pembangunanfood estate.
 
Selanjutnya, pemerintah menganggarkan Rp15,7 triliun untuk dukungan pariwisata di lima kawasan prioritas. Selain itu, peningkatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) juga menjadi perhatian. Pasalnya selama pandemi, kebutuhan ICT juga meningkat.

"Kita banyak menggunakan ICT untuk mendukung seluruh aktivitas kita di sisi komunikasi birokrasi dan sebagainya. Maka optimalisasi pemanfaatan ICT menjadi bagian penting yang harus dilakukan di 2021, utamanya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan percepatan layanan. Ini dialokasikan Rp29,6 triliun," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif