Ilustrasi LMAN - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Ilustrasi LMAN - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

LMAN Kelola 100 Aset Negara Senilai Rp30 Triliun

Ekonomi Lembaga Manajemen Aset Negara
Suci Sedya Utami • 20 Mei 2020 19:19
Jakarta: Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mengelola sekitar 100 unit barang milik negara (BUMN) dengan nilai mencapai Rp30 triliun.

Plt Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN Candra Giri Artanto mengatakan aset-aset tersebut berupa ruko, gedung perkantoran, tanah kosong, apartemen dan yang terbesar yakni Kilang LNG Badak dan Kilang LNG Arun.
 
"Nilainya di atas Rp30-an triliun, yang terbesar kilang, yang lainnya aset properti biasa, ada Apartemen Puri Kasablanka 116 unit di sana. Lalu ada ex-bank, ruko rumah dan tanah kosong," kata Candra dalam bincang santai di akun instagram resmi LMAN, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Ia menjelaskan banyak kendala yang ditemui dalam mengelola aset-aset negara. Misalnya ketika aset diserah kelolakan, LMAN menerima aset dalam kondisi sudah mangkrak puluhan tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan ada yang mencapai 23-25 tahun dan telah dikuasai oleh preman setempat, sehingga membutuhkan pengamanan. Selain iu, rata-rata aset tersebut juga dalam kondisi rusak sehingga perlu direnovasi.
 
Candra menambahkan LMAN bukan hanya mengelola BMN untuk menghasilkan pendapatan dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun juga mengoptimalisasi aset-aset tersebut agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
Adapun LMAN memberikan pinjam pakai secara gratis aset berupa dua ruangan di sebelah RS Arun untuk perawatan akibat virus tersebut dengan jumlah tempat tidur sebanyak 25 unit.
 
Sebelum pandemi datang pun, LMAN sudah terlebih dahulu memberikan pinjam pakai RS Arun pada Pemerintah Daerah (Pemda) Lhokseumawe. RS tersebut kini menjadi rujukan untuk penyakin jantung di kawasan Sumatera Utara.
 
Kini LMAN tengah menggodok skema baru dalam rangka pengelolaan BMN ketika memasuki kondisi normal baru. "LMAN sedng menggodok skema baru atau yang lebih bisa disesuaikan dengan kondisi sekarang ketika kita bicara aset manual yang lalu-lalu akan sangat berdampak. Skema ini dalam rangka mencari terobosan pengelolaan aset-aset tersebut," jelas Candra.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif