Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id)

Kenaikan Peringkat Utang Berkat Prospek Ekonomi RI Baik

Ekonomi utang luar negeri standard and poor ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 31 Mei 2019 19:48
Jakarta: Pemerintah menilai kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P). Peningkatan rating ini didukung oleh utang pemerintah yang relatif rendah dan kinerja fiskal yang moderat.
 
S&P menaikkan rating Indonesia menjadi BBB dari BBB- dengan berlandaskan pada prospek pertumbuhan yang kuat dan kebijakan fiskal yang pruden. S&P meningkatkan short-term sovereign credit rating Indonesia dari 'A-3' menjadi 'A-2'.
 
"Ekonomi Indonesia bertumbuh relatif lebih cepat dibandingkan negara lainnya yang memiliki tingkat pendapatan serupa (peers)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Outlook yang stabil tersebut mencerminkan kondisi kebijakan Indonesia yang konstruktif, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ke depannya. Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia juga diprediksikan akan mengalami perbaikan sejalan dengan stabilnya permintaan global dan pemulihan daya saing.
 
Baca juga: Peringkat Utang Indonesia Naik ke Level BBB
 
"S&P mengatakan bahwa peningkatan rating ini menggambarkan prospek pertumbuhan yang kuat di Indonesia," jelas Darmin.
 
Dalam laporannya, S&P menyatakan ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik dari negara-negara peers pada tingkat pendapatan yang sama. Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat.
 
Kebijakan pemerintah dipandang telah efektif dalam mempromosikan keuangan publik yang berkelanjutan (sustainable public financed) dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita riil di Indonesia mampu tumbuh 4,1 persen berdasarkan rata-rata tertimbang 10 tahun.
 
Sementara rata-rata pertumbuhan PDB per kapita riil seluruh dunia yang hanya sekitar 2,2 persen. S&P mengharapkan Indonesia tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini di tahun-tahun mendatang.
 
Selanjutnya, S&P menyatakan peringkat Indonesia juga didukung oleh tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan kinerja fiskal yang moderat. S&P memandang beban utang pemerintah relatif ringan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif