Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Jokowi: Defisit APBN 2019 di Atas 2%

Ekonomi apbn rapbn 2019
Desi Angriani • 28 November 2019 11:43
Jakarta: Presiden Joko Widodo memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berada di atas dua persen. Prediksi itu melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah sebesar 1,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Tahun ini di APBN kita pasang angka di 1,9 persen, tetapi mungkin nanti jatuhnya di angka dua persen lebih sedikit," kata Jokowi dalam pembukaan Kompas 100 CEO Forum Tahun 2019 di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 28 November 2019.
 
Jokowi mengatakan prediksi itu masih bergerak di bawah batas aman yakni tiga persen terhadap PDB. Namun, pemerintah tetap perlu berhati-hati dengan menjaga fiskal serta mempertahankan indikator makroekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, inflasi harus terkendali di bawah 3,5 persen, nilai tukar rupiah stabil serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri melalui investasi dan ekspor.
 
"Kemudian inflasi lima tahun ini bisa menjaga di posisi kurang lebih 3,5 persen yang sebelumnya delapan atau sembilan persen. Kita harus jaga bersama," ungkap dia.
 
Selain itu, defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan harus diperbaiki dalam empat tahun mendatang. Defisit dapat ditekan melalui hilirisasi industri pertambangan.
 
Upaya tersebut akan membuat Indonesia tak lagi bergantung pada impor sehingga lambat laun angka defisit neraca dagang dan transaksi berjalan membaik. Di sisi lain, nilai tambah dari industri tambang ini menciptakan multiplier effect seperti penciptaan lapangan pekerjaan.
 
"Hilirasi, industrialisasi, kita tidak mau lagi impor barang mentah keluar, sayang, Nikel stop kita harus pindahkan ke barang-barang setengah jadi atau barang jadi karena hilirisasi Nikel ini akan jadi produk-produk yang punya nilai tambah yang besar," pungkas dia.
 
Adapun defisit APBN hingga akhir Oktober 2019 melebar 1,8 persen atau sebesar Rp289,1 triliun terhadap PDB. Angka tersebut mendekati target dalam APBN sebesar 2,2 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif