Ilustrasi. Foto: dok MI/Bary Fathahilah.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Bary Fathahilah.

Ekonomi Mulai Pulih, Porsi Pendapatan Masyarakat untuk Konsumsi Meningkat

Husen Miftahudin • 08 April 2022 13:02
Jakarta: Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) melaporkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Maret 2022 tercatat sedikit meningkat dari bulan sebelumnya, yaitu dari 74,0 persen menjadi 74,4 persen.
 
"Proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) juta tercatat meningkat sebesar 15,9 persen pada Maret 2022, lebih besar dari 15,7 persen pada bulan sebelumnya," ungkap hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, Jumat, 8 April 2022.
 
Sementara itu, rata-rata rasio pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) tercatat melemah. Bank sentral menyampaikan bahwa rasio tersebut terpantau sebesar 9,7 persen atau menurun dari 10,3 persen pada Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan kelompok pengeluaran, rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat meningkat pada sebagian besar kategori pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp2,1 juta sampai Rp3 juta per bulan.
 
"Untuk porsi tabungan terhadap pendapatan juga meningkat pada mayoritas kategori pengeluaran, tertinggi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp4,1 juta hingga Rp5 juta per bulan," terang BI.
 
Secara keseluruhan, Survei Konsumen BI pada Maret 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga pada level optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 111,0, berada pada level optimis (indeks di atas 100) meski sedikit termoderasi dari 113,1 pada Februari 2022.
 
"IKK Maret 2022 yang tidak setinggi bulan sebelumnya disebabkan oleh lebih terbatasnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi mendatang, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 128,1, sedikit melambat dibandingkan 130,8 pada bulan sebelumnya," papar BI.
 
Demikian juga Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Maret 2022 yang tercatat sebesar 93,9, sedikit termoderasi dari bulan sebelumnya sebesar 95,5. Secara kuartalan, rata-rata IKK pada kuartal I-2022 masih berada pada area optimis dengan indeks sebesar 114,6, meski sedikit menurun dibandingkan 116,7 pada kuartal IV-2021.
 
Pada Maret 2022, IKK terpantau melambat pada sebagian kelompok pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan pengeluaran di bawah Rp5 juta per bulan, dan sebagian kelompok usia responden dengan penurunan terbesar pada kelompok usia 51-60 tahun.
 
"Secara spasial, keyakinan konsumen Maret 2022 terpantau melambat di 11 wilayah cakupan survei, terdalam di Banten (minus 38,1 poin), Pontianak (minus 19,0 poin), dan Makassar (minus 11,4 poin)," tutup BI.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif