Bea Cukai Perketat Aturan Batasan Produk Impor yang Bebas Bea Masuk

Husen Miftahudin 14 September 2018 23:03 WIB
bea cukaibea masuk imporPPh Impor
Bea Cukai Perketat Aturan Batasan Produk Impor yang Bebas Bea Masuk
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperketat aturan batasan produk impor yang bebas bea masuk dan pajak produk impor. Pengetatan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2018 tentang Impor Barang Kiriman.

"Pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan baru sebagai bagian dari kebijakan untuk mengendalikan defisit neraca perdagangan, yaitu terkait dengan batasan dari pembebasan bea masuk dan pajak impor untuk barang kiriman," kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Grand Ballroom Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Dalam beleid tersebut, pemerintah menetapkan dua kebijakan baru. Pertama, menurunkan besaran nilai barang impor yang mendapatkan pembebasan bea masuk, dari USD100 menjadi USD75.

Menurutnya, besaran pembebasan bea masuk USD75 merupakan rekomendasi World Customs Organizations (WCO). "Dasar USD75 merupakan rekomendasi dari WCO," bebernya.

Selanjutnya, ungkap Heru, besaran USD75 menyasar pada total transaksi dalam satu hari. Bila produk yang diimpor melebihi batasan, maka akan dikenakan ketentuan normal, baik bea masuk maupun pajak impor.

"Contoh, kalau seseorang dalam sehari melakukan tiga transaksi masing-masing USD50 yang pertama, USD20 yang kedua, dan kemudian USD100 yang ketiga. Maka yang hanya diberikan pembebasan bea masuk dan pajak impor adalah yang produk dengan nilai USD50 dan USD20. Sedangkan yang ketiga dikenakan tarif normal," tutur dia.

Heru mengakui, kebijakan baru terhadap batasan produk impor yang bebas bea masuk itu lantaran pihaknya menemukan kegiatan impor hingga 400 kali dalam sehari. Kata dia, kecurangan tersebut dilakukan oknum pengusaha dengan memanfaatkan celah aturan yang sudah ada.

"Ada yang memanfaatkan celah dari aturan ini sehingga mereka mentransaksikan barang-barangnya itu di bawah USD100 dan berulang-ulang. Bahkan ada satu orang yang mengimpor dari satu suplier sebanyak 400 kali dalam sehari dengan jumlah total transaksinya itu puluhan ribu dolar," beber Heru.

Selama ini batas pembebasan bea masuk atas produk impor adalah USD100. "Jadi meski mereka split, dari yang lima barang sekaligus menjadi satu satu dan lima kali transaksi di bawah USD75 tapi sistem otomasi kami akan tetap menghitung berapa dalam sehari. Dan begitu mereka sampai pada batas USD75, maka langsung tidak ada pembebasan," tutup Heru.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id