Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pemerintah akan Naikkan Tarif Pajak Impor Barang Konsumsi

Ekonomi impor konsumsi rumah tangga
Suci Sedya Utami • 24 Agustus 2018 14:57
Jakarta: Pemerintah tengah mengkaji ulang 900 barang konsumsi yang selama ini diimpor dari luar negeri.
 
Langkah itu dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta adanya pembatasan impor karena membuat neraca perdagangan dan transaksi berjalan defisit.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan barang-barang tersebut selama ini sudah terkena pajak penghasilan (PPh) pasal 22 impor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama ini sudah terkena PPh pasal 22 impor kita akan lakukan evaluasi secara menyeluruh bareng Menteri Perdagangan," kata Ani di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan evaluasi yang dilakukan yaitu terkait apakah barang-barang yang selama ini diimpor tersebut telah diproduksi di dalam negeri atau tidak.
 
"Kita cocokkan ada enggak sebenarnya produksi dalam negerinya. Benar enggak dari data bea cukai benar-benar masuk," kata Suahasil.
 
Jika nantinya terbukti diproduksi di dalam negeri maka pemerintah akan menaikkan tarif impornya dari yang saat ini diberlakukan yakni dari tarif 2,5 persen, lima persen, 7,5 persen hingga 10 persen.
 
"Nanti kita lihat kenaikan tarifnya," tutur dia.
 
Dirinya mengatakan kenaikan tarif dilakukan untuk memberikan sinyal terhadap upaya penguatan neraca pembayaran dan menjaga neraca transaksi berjalan di tengah pergerakan nilai tukar yang melemah.
 
Selain melalui kenaikan tarif pada 900 barang konsumsi impor, pemerintah juga memiliki upaya lain untuk menekan defisit yakni dengan mewajibkan penggunaan kandungan biodiesel 20 persen (B20) sebagai campuran bahan bakar solar.
 
Kebijakan tersebut dinilai akan bisa membuat Indonesia menghemat USD2 miliar-USD3 miliar untuk impor minyak mentah di tahun ini.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif