Presiden Joko Widodo. Foto : MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo. Foto : MI/Ramdani.

Jokowi Targetkan Defisit Neraca Perdagangan Membaik dalam Tiga Tahun

Ekonomi defisit transaksi berjalan defisit anggaran
Desi Angriani • 20 November 2019 21:49
Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan Indonesia membaik dalam tiga tahun ke depan. Defisit dapat ditekan melalui hilirisasi industri pertambangan.
 
"Yang namanya defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan akan bisa kita selesaikan dalam waktu tiga tahun," kata Jokowi di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu, 20 November 2019.
 
Jokowi pun mengajak seluruh pengusaha tambang untuk melakukan hilirisasi demi menciptakan nilai tambah. Misalnya melakukan gasifikasi batu bara sehingga menjadi DMA, elpiji, bahan petrokimia hingga metanol.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ini muncul dari dunia pertambangan kita, ngapaian kita impor elpiji, ngapaian kita impor petrokimia yang sangat besar sekali," jelasnya.
 
Menurutnya, upaya tersebut akan membuat Indonesia tak lagi bergantung pada impor sehingga angka defisit neraca dagang dan transaksi berjalan dapat diperbaiki. Di sisi lain, nilai tambah dari industri tambang ini menciptakan multiplier effect seperti penciptaan lapangan pekerjaan.
 
"Negara kita memiliki nilai tambah dan multiplier effect yang besar. Termasuk dalam penciptaan lapangan kerja, yang dibutuhkan masyarakat," tutur dia.
 
Jokowi menambahkan amanat hilirisasi komoditas tambang akan direlaksasi dalam UU Minerba Tahun 2017 menjadi 2022.
 
"Kita baru berbicara satu komoditas yang namanya Nikel, belum berbicara masalah Timah, belum berbicara masalah batu bara, belum berbicara masalah Copper," pungkas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif