Darmin Minta Pengusaha Tidak Salah Tafsirkan Relaksasi DNI
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meminta pelaku usaha tidak salah menafsirkan kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI). Pasalnya kebijakan itu diluncurkan guna menekan angka defisit transaksi berjalan (CAD) melalui masuknya investasi asing.

"Buka hati dan pikiran benar atau enggak. Enak saja ngomong begitu. Heran. Kita ini situasinya transaksi berjalannya itu belum, boro-boro pulih, turun saja belum bisa," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Darmin menjelaskan defisit transaksi berjalan dapat ditutup dengan menyeimbangkan transaksi modal dan finansial. Caranya dengan memanfaatkan momentum masuknya modal asing yang disertai dengan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

Karenanya pemerintah mengeluarkan 54 sektor usaha dari DNI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 sektor bisa digarap oleh investor asing secara penuh. Selebihnya, bidang usaha itu akan digarap oleh Penanaman Modal Dalam Negeri atau (PMDN) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Paling tidak akan seimbang kalau transaksi modal dan finansialnya positifnya besar, bisa menutupi itu. Itu yang sedang kita buat. Sekarang momentumnya," imbuh Darmin.

Ia menegaskan relaksasi 54 bidang usaha dari DNI tidak akan menggerus sektor UMKM. Pasalnya, pihak asing hanya diperbolehkan menggarap investasi di atas Rp10 miliar. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Kepala BKPM 14/2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Izin Prinsip Penanaman Modal.

"Jangan kemudian karena ada yang menyelewengkan diskusi bilangnya pengupasan umbi dibuat untuk asing. Jadi kacau gitu kan," tukasnya.

Lebih lanjut, tambahnya, relaksasi DNI dipercaya bakal mendorong aktivitas ekonomi pada sektor-sektor unggulan. Dengan kata lain dapat membuka kesempatan bagi PMDN termasuk UMKM dan koperasi untuk masuk ke seluruh bidang usaha.

"Nanti hasilnya akan kita lihat dan ini sedang diskusi dari kemarin. Intinya kita coba jelaskan satu-satu," pungkas Darmin.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id