Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI yang dilansir pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hubungan kedua negara terus berkembang dan tahun depan akan memasuki usia ke-75. Menurutnya, momentum tersebut perlu diterjemahkan menjadi kolaborasi ekonomi yang lebih konkret.
“Bagi Indonesia, momen ini menjadi pengingat yang bermakna akan kemitraan kita yang telah terjalin lama dan terus berkembang,” ujar Airlangga dalam Congratulatory Remarks pada German Unity Day 2026 pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Jakarta.
Di sektor energi dan teknologi, peluang kerja sama terbuka cukup lebar melalui potensi kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, hingga pembiayaan berkelanjutan.
Jerman bersama Jepang juga menjadi co-lead International Partners Group dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP) yang mendukung percepatan investasi dan pembiayaan transisi energi bersih Indonesia.
Hubungan ekonomi ini juga sudah memiliki basis yang cukup besar. Nilai perdagangan Indonesia-Jerman mencapai sekitar USD6,11 miliar pada 2025, sementara lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman telah beroperasi di Indonesia.
Bukan Cuma Modal, Tenaga Kerja Indonesia Juga Bisa Dapat Peluang
Kerja sama Indonesia-Jerman juga menyentuh sektor yang lebih dekat dengan kebutuhan tenaga kerja, yaitu pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan.
Kolaborasi di bidang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk bekerja di Jerman.
Ke depannya, kerja sama juga diarahkan ke berbagai sektor seperti industri dan infrastruktur, perdagangan dan investasi, energi dan transformasi digital, kesehatan, life sciences, serta pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu instrumen yang diharapkan memperkuat hubungan tersebut adalah Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian ini ditargetkan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan perdagangan, dan memperkuat keterlibatan pelaku usaha Indonesia dengan pasar Uni Eropa, termasuk Jerman.
Airlangga berharap penandatanganan IEU-CEPA dapat dilakukan tahun ini dan proses ratifikasinya berjalan sehingga implementasi bisa dimulai pada awal tahun depan.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” jelas Airlangga. (Wisa Irena br Sitepu)