"Rupiah sekarang Rp13.900 per USD, nanti bisa di bawah itu, entah Rp13.500 per USD atau di bawah itu, nanti kita lihat perkembangan terakhir," kata Bambang di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Selain itu, Pemerintah juga akan merevisi asumsi pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya 5,3 persen menjadi di kisaran 5,2-5,5 persen. Pertimbangan ini dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dunia yang mengalami revisi dari 3,6 persen menjadi 3,4 persen. Hal ini juga melihat perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 6,3 persen serta pertumbuhan ekonomi ASEAN 4,8 persen.
Sementara mengenai inflasi, dia mengatakan akan lebih rendah dari asumsi awal 4,7 persen.
"Inflasi kami harap akan lebih rendah dari 4,7 persen. Karena kami tidak ingin lebih jelek," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News