Nakao mengatakan, pihaknya siap meningkatkan pemberian pinjaman multilateral ke Indonesia untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, keuangan, dan sebagainya.
"Kami ingin meningkatkan jumlah pinjaman. Selain itu kami juga membahas bagaimana pertumbuhan ekonomi di Indonesia didasarjan pada sumber daya yang beragam," ujar Nakao, di kantor Wapres JK, Jalan Veteran III, Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2016).
Sementara itu, Kepala Sekretaris Wakil Presiden, Mohamad Oemar membenarkan, ADB menyiapkan cadangan untuk Indonesia namun dirinya tidak menyebutkan besarannya. Hal tersebut didasarkan penilaian positif pada Indonesia, sehingga ADB menambah partisipasi finansialnya lebih besar. Awalnya pinjaman ADB ke Pemerintah Indonesia hanya USD700 juta per tahun.
"Iya, positif dan terutama sejak dari tahun pertama rencananya yang kelihatannya seret tapi di bagian akhir sudah mulai lancar, sekarang semakin kelihatan. Dan dia juga membandingkan dengan negara Asia lain. Dia melihat prospeknya bagus," jelas Oemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News