"Kalau kita melihat perjalanan pemerintah sampai delapan bulan ini, memang sektor yang terkait dengan ekonomi dan masalah perdagangan ini agak bermasalah," kata Nico saat berdiskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2015).
Nico mencontohkan, seperti halnya pada jabatan yang bertujuan untuk mengemban tanggung jawab kebutuhan bahan pokok beras, yaitu Bulog. Dirut Bulog yang diganti beserta jajaran direksinya menandakan bahwa sebelumnya pemerintah telah salah menempatkan orang-orang yang berkompeten. Padahal, mereka baru bekerja selama lima bulan.
"Kemudian adanya upaya untuk membentuk lembaga pangan. Jadi seolah upaya ini-itu dijalankan agak reaktif karena performanya jelek dan ada pejabat-pejabat yang tidak mumpuni," imbuh Nico.
Maka dari itu, Nico mengimbau kepada presiden supaya mampu mandiri dalam menyusun tim kerja untuk mengisi jabatan-jabatan strategis. Karena selama ini dalam penyusunan tim kerja, Presiden masih harus mengakomodasi banyak kepentingan.
"Ke depan, Presiden harus semakin mandiri terutama dalam mencari anggota tim kerjanya, tidak hanya di kabinet, tapi juga di Bulog, BPS, BUMN dan sebagainya. Dan jangan sampai nanti ada banyak kendala dioperasionalisasi karena yang diangkat dan dipilih untuk menduduki jabatan tertentu ternyata memang tidak bagus," jelas Nico.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News