Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Advisor to the Cabinet of the Government of Japan Maeda Tadashi. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Advisor to the Cabinet of the Government of Japan Maeda Tadashi. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Pecut Transisi Energi, Menko Airlangga Makin 'Mesra' dengan Jepang

Antara • 24 November 2022 21:00
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Advisor to the Cabinet of the Government of Japan Maeda Tadashi untuk membahas peningkatan kerja sama kedua negara termasuk terkait transisi energi untuk capai netralitas karbon.
 
"Pemerintah Indonesia terus mendorong dan percepatan pembangunan berkelanjutan dengan berbasis green economy, green industry, dan green technology," katanya dalam pembahasan terkait netralitas karbon, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis, 24 November 2022.
 
Indonesia menargetkan untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam total sumber energi dari 11,5 persen pada 2021 menjadi sebesar 23 persen pada 2025. Pada 2021, percepatan transisi energi di pembangkit listrik Indonesia tercatat menurunkan sebesar 10,37 juta ton emisi karbon dioksida atau turun lebih dari dua kali lipat dari target.
 
Selain itu, Jepang dan Indonesia sepakat untuk menjadi inisiator dalam mewujudkan konsep Asia Zero Emission Community (AZEC) yang juga merupakan kesepakatan kedua kepala negara, Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida dalam pertemuan bilateral pada saat KTT G20 di Bali, 14 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui inisiatif AZEC, Indonesia mendapatkan prioritas pertama pendanaan sebesar USD500 juta untuk mengimplementasikan program transisi energi dan memperluas kerja sama serta inisiatif dekarbonisasi publik-swasta.
 
 
Baca juga: Anggaran Pemerintah hanya Penuhi 11% Kebutuhan EBT, Gimana Nasib Target Net Zero Emissions?

 
Inisiatif AZEC didasari keyakinan kedua negara bahwa Asia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global akan menjadi motor penggerak perekonomian dunia sekaligus model dalam mewujudkan transisi energi yang rasional, berkelanjutan, dan berkeadilan dengan tetap mempertimbangkan kondisi nasional yang berbeda.
 
Kedua negara juga meyakini keamanan pasokan, keterjangkauan, dan people-oriented menjadi kunci utama dalam proses transisi energi.
 
"Jepang dan Indonesia memiliki kepedulian yang sama bahwa energi dan ekonomi harus bekerja sama untuk mencapai kemakmuran dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengubah energi menuju netralitas karbon atau emisi nol bersih," kata Airlangga.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif