Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengisi SPT Pajak. (FOTO: dok Tim Media Wapres)
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengisi SPT Pajak. (FOTO: dok Tim Media Wapres)

Wapres Minta Masyarakat Isi SPT Tepat Waktu

Ekonomi jusuf kalla spt pajak
Dheri Agriesta • 18 Maret 2019 12:29
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau masyarakat mengisi surat pemberitahuan (SPT) tahunan tepat waktu. Toh, masih ada 12 hari sisa waktu pengisian SPT.
 
"Agar masyarakat menggunakan waktu itu, karena kalau enggak pasti kena denda kan," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Kalla menyebut pengisian SPT pajak tahunan lebih mudah dari biasanya. Kini, wajib pajak tak perlu repot-repot membayar ke Kantor Pajak. Karena, pembayaran bisa dilakukan secara daring.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wapres pun meminta wajib pajak mengisi SPT dengan jujur. Ia menegaskan pajak merupakan salah satu pemasukan utama bagi negara.
 
"Pengeluaran negara 80 persen dari pajak, dulu minyak 70 persen, sekarang pajak," jelas Kalla.
 
Kalla menjelaskan masyarakat harus rajin membayar pajak agar tax ratio Indonesia meningkat. Saat ini, tax ratio Indonesia berada di angka 11.
 
"Target kita 15, sama dengan negara-negara sekitar kita, Singapura, Malaysia, itu mereka sudah tinggi. Kita masih segitu berarti kewajiban pajak kita harus dilaksanakan sebaik-baiknya," pungkas Kalla.
 
Kalla baru saja mengisi SPT secara daring melalui e-filling. Pengisian dilakukan di Kantor Wakil Presiden. Dalam pengisian itu, Kalla didampingi staf Menteri Keuangan bidang Kepatuhan Suryo Utomo dan staf Menteri Keuangan bidang Pengawasan Puspita Wulandari.
 
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama sebelumnya mengatakan pihaknya terus mengkampanyekan pelaporan SPT ini kepada wajib pajak. Meskipun dibatasi hingga 31 Maret 2019, pelaporan lebih awal disarankan untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan.
 
"Kami terus kampanyekan penyampaian SPT tahunan, pada 3 Maret akan ada sosialisasi spektakuler di kawasan Bundaran HI Jakarta dan juga dilakukan di seluruh kota Indonesia lainnnya," ujar Yoga di kantor DJP, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019.
 
Data Ditjen Pajak, tahun ini ada 17,6 juta wajib pajak yang diwajibkan melaporkan SPT-nya. Peningkatan pelaporan SPT juga didukung oleh adanya fasilitas pelaporan SPT secara elektronik seperti e-SPT,e-filing, dane-form.

 
Ditjen Pajak juga melakukan penyederhanaan pelayanan SPT dengan memperluaschanneling, yakni KP2KP dan layanan di luar kantor. Ribuan relawan dari kalangan mahasiswa juga bakal terlibat membantu pelaporan SPT secara elektronik.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif