BI: Rupiah Bisa Menguat di Bawah Rp15.000/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Nusa Dua: Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bisa bergerak menguat ke level di bawah Rp15.000 per USD. Namun, semua itu tergantung pasar keuangan, karena nilai tukar rupiah menganut sistem fleksibilitas atau floating mengikuti perkembangan dunia.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan apabila dorongan perkembangan dunia untuk rupiah menguat besar maka bisa saja nilai tukar rupiah kembali ke bawah level Rp15.000 per USD. Apalagi dengan adanya diferensial sekitar 525 basis poin antara imbal hasul surat utang Indonesia untuk tempo 10 tahun dengan imbal hasil surat utang Pemerintah AS.

"Itu sangat menarik (arus modal) untuk masuk khususnya portofolio. Kalau itu kembali besar saya rasa ke arah penguatan akan bisa terjadi," kata Dody, di sela Pertamuan Tahunan IMF-WB 2018, di Nusa Dua, di Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Dody menjelaskan penguatan dan pelemahan mata uang merupakan sebuah hal yang relatif dipengaruhi oleh tekanan global. Jika tekanannya masih tinggi, akan memengaruhi gerak mata uang. Namun sekarang ini yang paling penting adalah bagaimana cara menstabilkan volatilitas yang sedang terjadi.

Menurutnya volatilitas rupiah masih dalam level yang tidak tajam karena hanya 6-7 persen dan masih dianggap cukup baik di tingkat regional. "Sekarang kalau kita lihat rupiah stabil di Rp15.100-Rp15.200 per USD maka pasar sudah menerima ini," pungkas dia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id