Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani - - Foto: MI/Susanto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani - - Foto: MI/Susanto.

Penerimaan Negara 2018 Tembus 102,5%

Ekonomi pajak perpajakan sri mulyani kementerian keuangan penerimaan negara bukan pajak penerimaan pajak
Eko Nordiansyah • 02 Januari 2019 17:01
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara tembus 102,5 persen atau mencapai Rp1.942,3 triliun. Jumlah tersebut melebihi target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp1.894,7 triliun.
 
"Ini adalah suatu hasil yang sangat baik. Kalau kita lihat ke belakang, APBN 2018 adalah yang pernah mengalami realisasi lebih besar dari UU APBN-nya. Jadi pertama kali APBN kita bisa mencapai lebih besar semenjak 2012," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 2 Januari 2019.
 
Penerimaan negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.521,4 triliun, atau hanya 94 persen dari target sebesar Rp1.618,1 triliun. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp407,1 triliun, atau mencapai 147,8 persen dari target Rp275,4 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ani sapaannya menuturkan, tingginya penerimaan negara tahun lalu juga diikuti oleh belanja negara yang realisasinya mencapai 99,2 persen dari target. Pemerintah membelanjakan Rp2.202,2 triliun dari target dalam APBN 2018 sebesar Rp2.220,7 triliun.
 
Sementara itu, belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.444,4 triliun, atau 99,3 persen dari target Rp1.454,5 triliun. Belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp836,2 triliun, sedangkan belanja non K/L sebesar Rp608,2 triliun, atau sedikit lebih tinggi dari target Rp607,1 triliun.
 
Alokasi belanja negara juga digunakan untuk transfer ke daerah sebesar Rp697,9 triliun atau 98,8 persen dari target dalam APBN 2018 sebesar Rp706,2 triliun. Selain itu, alokasi dana desa digelontorkan sebesar Rp59,9 triliun atau hanya 99,8 persen dari target dalam APBN sebesar Rp60 trilun.
 
Dengan kondisi penerimaan dan belanja negara, Kemenkeu mencapat anggaran tahun lalu mengalami defisit Rp259,9 triliun lebih rendah dari target Rp325,9 triliun. Defisit anggaran tercatat hanya 1,76 persen dari target 2,19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Adapun keseimbangan primer tercatat sebesar Rp1,8 triliun atau lebih rendah Rp87,3 triliun dalam APBN. Sementara pembiayaan anggaran 2018 tercatat mencapai Rp300,4 triliun, sehingga terjadi kelebihan pembiayaan anggaran sebesar Rp40,5 triliun.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi