Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kementerian Keuangan

Baru 57,5%, Sri Mulyani: Realisasi Anggaran Capai Rp428,21 Triliun

Ekonomi Sri Mulyani APBN 2021 Pemulihan Ekonomi Nasional Anggaran Penanganan Covid-19 Anggaran PEN
Eko Nordiansyah • 21 Oktober 2021 12:02
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp428,21 triliun hingga 15 Oktober 2021. Realisasi tersebut baru 57,5 persen dari total pagu yang disediakan pemerintah mencapai Rp744,77 triliun.
 
"Dengan langkah-langkah program penanganan covid dan pemulihan ekonomi, kita melihat aktivitas masyarakat sekarang sudah berangsur membaik," kata dia dalam webinar, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Untuk anggaran kesehatan, realisasinya sudah mencapai Rp115,84 triliun atau 53,9 persen dari pagu Rp214,95 triliun. Sri Mulyani mengatakan alokasi anggaran kesehatan dalam program PEN ini mengalami kenaikan signifikan imbas gelombang kedua penyebaran covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau nanti kita lihat terutama dari sisi akuntabilitas, hal yang selama ini masih menjadi pusat perhatian adalah pelaksanaan pembayaran insentif tenaga kesehatan, untuk pusat relatif sudah lancar. Untuk daerah secara bertahap sekarang telah terealisasi. Demikian juga dengan santunan kematian," ungkapnya.
 
Kemudian untuk perlindungan sosial, realisasi anggaran sudah mencapai Rp122,47 triliun atau 65,6 persen dari pagu Rp186,64 triliun. Ia menambahkan, realisasi klaster perlindungan sosial ini dimanfaatkan untuk membantu masyarakat melalui berbagai program seperti PKH, kartu sembako, bantuan kuota internet, hingga subsidi listrik.
 
Sementara program prioritas tercatat sudah terealisasi sebesar Rp67 triliun atau 56,8 persen dari pagu Rp117,94 triliun, dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp62,6 triliun atau 38,5 persen dari pagu Rp162,4 triliun, dan insentif usaha yang realisasinya mencapai Rp60,31 triliun atau 96 persen dari pagu Rp62,83 triliun.
 
"Ini sesuatu tanda yang cukup baik yang harus kita jaga bersama. Covidnya turun dan kegiatan ekonomi serta penciptaan kesempatan kerja mulai pulih kembali. Indonesia melihat baik dari sisi konsumsi maupun produksi geliat kegiatan masyarakatnya sudah mulai muncul dan dari sisi pemerintah menggunakan instrumen keuangan negara baik di pusat maupun daerah," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif