Ilustrasi pendapatan negara - - Foto: MI/ Tri Handiyanto
Ilustrasi pendapatan negara - - Foto: MI/ Tri Handiyanto

Tembus 114,9% dari Target, Pendapatan Negara 2021 Capai Rp2.003,1 Triliun

Eko Nordiansyah • 03 Januari 2022 20:48
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pendapatan negara pada tahun lalu mencapai Rp2.003,1 triliun. Realisasi sementara ini tembus 114,9 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp1.743,6 triliun.

Ia mengatakan pendapatan negara sepanjang tahun lalu tumbuh 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan realisasi penerimaan ini lebih tinggi dibandingkan level pracovid-19 yang sebesar Rp1.960,6 triliun pada 2019 lalu.
 
"Penerimaan negara drop 16 persen di Rp1.647 triliun pada 2020. Jadi kalau sekarang pendapatan negara mencapai Rp2.003,1 triliun itu kita tumbuhnya 21,6 persen," katanya dalam konferensi pers, Senin, 3 Januari 2022.
 
"Ini adalah suatu recovery dan rebound yang sangat kuat. Tahun lalu kontraksi 16 persen dipukul telak oleh pandemi, tahun ini masih ada pandemi dan masih memukul dengan Delta dan Omicron, namun kita masih bisa tumbuh di 21,6 persen," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia merinci pendapatan negara ini terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp1.277,5 triliun atau 103,9 persen dari target APBN RP1.229,6 triliun. Penerimaan pajak tumbuh 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp1.072,1 triliun.
 
"Bayangkan tahun lalu kita terpukul, seluruh pembayar pajak kita mengalami tiarap di 19,6 kontraksinya. Jadi yang tadinya penerimaan pajak 2019 sudah mencapai Rp1.332,7 triliun, tahun 2020 kembali nyaris hanya Rp1.072 triliun dan sekarang sudah mulai recover," jelasnya.
 
Selanjutnya, penerimaan bea dan cukai tercatat sebesar Rp269 triliun atau 125,1 persen dari target Rp215 triliun dalam APBN 2021. Penerimaan bea dan cukai ini tumbuh 26,3 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp213 triliun.
 
"Jadi kalau sekarang dia tumbuh 26,3 persen itu adalah suatu recovery yang luar biasa. Dibandingkan sebelum covid 2019 yang Rp213,5 triliun, penerimaan bea cukai sudah jauh diatas pracovid level yaitu di Rp269 triliun," ungkap Sri Mulyani.
 
Ia menambahkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp452 triliun atau 151,6 persen dari target Rp298,2 triliun. Realisasi PNBP tahun lalu tercatat tumbuh 31,5 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
 
"Artinya PNBP menyetor Rp153,8 triliun diatas target APBN dan PNBP ini tumbuhnya 31,5 persen. Bayangkan tahun lalu kontraksinya 15,9 persen, jadi ini recovery-nya jauh dibandingkan tahun lalu. Jangan lupa tahun ini kita masih ada covid," pungkasnya.
 

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif