Ilustrasi realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: MI/ Ramdani

Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Capai Rp190,5 triliun

Ekonomi RAPBN 2020 Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi Nasional
Antara • 05 September 2020 13:31
Jakarta: Realisasi bantuan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per Agustus 2020 mencapai Rp190,5 triliun dari total anggaran Rp488,06 triliun. Jumlah anggaran tersebut disalurkan untuk program perlindungan sosial, sektoral kementerian/lembaga, pembiayaan korporasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
"Total anggaran PEN sebesar Rp695 triliun, tugas kami sekitar Rp480-an triliun. Kami pastikan tersalur kepada masyarakat," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin dikutip dariAntara, Sabtu, 5 September 2020.
 
Ia memaparkan realisasi program perlindungan sosial mencapai Rp114,11 triliun dari pagu anggaran sebanyak Rp204,95 triliun atau mencapai 55,68 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk program sektor K/L atau Pemda sebesar Rp17,86 triliun dari pagu anggaran Rp106,05 triliun atau16,84 persen. Kemudian, realisasi UMKM sebesar Rp58,53 triliun dari pagu anggaran Rp123,46 triliun atau 47,41 persen.
 
Sementara program pembiayaan korporasi realisasinya relatif masih rendah yakni sebesar Rp3 triliun dari pagu anggaran Rp53,60 triliun.

 
"Dua program penyerapan sangat baik yakni sektor perlindungan sosial dan UMKM mengingat kedua sektor tersebut yang paling terdampak covid-19," terang Budi.
 
Dalam kesempatan sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menambahkan pihaknya mendorong UMKM untuk segera mendaftarkan produknya ke laman khusus katalog elektronik di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hal ini sebagai upaya mendorong penyerapan produk UMKM.
 
"Pemerintah sudah membantu dari segi pembiayaan, yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana meningkatkan penyerapan produk UMKM itu. Yang punya daya beli ini kan tinggal pemerintah dan BUMN," katanya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif