Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI.
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI.

Batas Defisit APBN Diusulkan Rata-Rata 3% dalam Lima Tahun

Ekonomi apbn defisit anggaran
Husen Miftahudin • 12 Februari 2020 19:43
Jakarta: Direktur Eksekutif Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengusulkan perubahan pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi rata-rata tiga persen PDB dalam lima tahun.
 
"Misal kita sepakat dengan tiga persennya. Bagaimana kalau tiga persennya itu sebagai angka rata-rata. Lima tahun selama periodenya Pak Jokowi harus rata-rata tiga persen," ujar Piter dalam diskusi di ruang rapat Fraksi Partai NasDem DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Menurutnya, patokan tiga persen PDB membelenggu ekspansi anggaran pemerintah. Sempitnya ruang anggaran membuat pemerintah kesulitan menyiasati gejolak domestik dan global. Alhasil, pertumbuhan ekonomi domestik tersandera.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal kalau kita menghadapi seperti virus korona ini yang potensial sekali menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita jatuh, kita perlu ruang yang lebih luas untuk melakukan defisit yang lebih lebar," ungkap dia.
 
Rata-rata tiga persen defisit anggaran dalam lima tahun harus konsisten dan sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah. Misalnya bila tahun ini disepakati defisit APBN empat persen akibat mewabahnya virus korona maka tahun depan defisitnya tak boleh lebih dari dua persen PDB.
 
Usulan pelebaran defisit anggaran itu juga bisa dimaksimalkan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, bila pelebaran defisit anggaran disepakati untuk menambah utang, maka utang itu harus dimaksimalkan untuk mendongkrak perekonomian dalam negeri.
 
"Tapi itu harus by design supaya kita bisa memanfaatkan defisitnya. Meaning dari defisit itu kan utang, kalau kita menambah defisit, berarti kita menambah utang," jelas Piter.
 
Kondisi ini juga dapat meminimalisasi kekhawatiran pemerintah terhadap melebarnya defisit anggaran di tahun tertentu. Pada 2019 misalnya, realisasi pemerintah terhadap defisit APBN yang jauh dari target bisa diupayakan di tahun-tahun selanjutnya.
 
Pada 2019, pemerintah menetapkan defisit APBN sebesar 1,76 persen PDB atau setara Rp259.9 triliun. Namun kenyataannya, defisit anggaran tersebut mencapai 2,2 persen terhadap PDB atau setara Rp269,4 triliun.
 
"Kita lihat tahun lalu sendiri kan targetnya 1,7 persenan, tapi realisasinya kan 2,2 persenan karena enggak by design. Akhirnya yang terjadi adalah manfaat dari pelebaran defisit itu enggak maksimal. Jadi kalau by design kita harapkan manfaatnya itu optimal," ungkap Piter.
 
Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 2007 tentang Keuangan Negara, batas defisit anggaran setiap tahunnya dibatasi hanya sebesar tiga persen dari PDB.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif