Indonesia Peringkat 87 di Indeks Modal Manusia
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kiri) -- Foto: Antara/ Agung Rajasa
Nusa Dua: Bank Dunia menerbitkan indeks modal manusia (human capital index) di sela-sela pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali. Indonesia mendapat skor 0,53 atau menempati peringkat 87 dari 157 negara.

Indeks tersebut mengukur jumlah modal manusia yang diharapkan dapat dimiliki seorang anak sejak lahir hingga usia 18 tahun. Penilaiannya dengan mempertimbangkan kualitas dan cakupan kesehatan serta pendidikan di negaranya.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan skor yang diperoleh Indonesia tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia. Di samping itu, pemerintah juga meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak yang akan menjadi sumber produktivitas pertumbuhan ekonomi.

"Stunting, kekurangan kualitas dalam bidang pendidikan, adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai ada yang mengatakan tidak tahu perkembangan masalah ini. Bila itu yang terjadi, Anda sedang menyiapkan generasi yang tidak berkualitas untuk masa depan negara Anda," kata Kim, di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurutnya, reformasi kebijakan menjadi hal yang penting dilaksanakan. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan dan mengimplementasikan program besar untuk mengurangi stunting.

Strategi Nasional untuk mempercepat pencegahan stunting senilai USD14,6 miliar diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2017 lalu. Strategi tersebut akan memberi manfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak-anak di bawah usia dua tahun dalam empat tahun ke depan.

"Investasi ini sudah meningkatkan akses keluarga Indonesia pada paket layanan berkualitas. Mulai dari kesehatan dan gizi hingga pendidikan dan sanitasi," ungkap dia.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Rodrigo A Chaves mengatakan investasi pemerintah untuk modal manusia menjadi kunci bagi pertumbuhan dan produktivitas Indonesia.

Ia bilang Indonesia melakukan hal yang tepat dengan menerapkan reformasi guna mengurangi stunting serta meningkatkan kesehatan dan pendidikan.

“Saya memuji kepemimpinan dan tindakan pemerintah yang kuat dalam agenda modal manusia dan untuk mengatasi tantangan ini dengan sangat serius,” kata Rodrigo.

Dengan memiliki skor 0,53 berarti seorang anak yang lahir di Indonesia memiliki produktivitas mencapai 53 persen dari apa yang bisa dicapai. Dengan catatan ia mendapat akses pendidikan yang lengkap dan kesehatan yang baik.

Adapun Indonesia memiliki kinerja yang jauh lebih baik dari rata-rata negara berpenghasilan menengah ke bawah yang mendapat skor rata-rata 0,48. Namun, Indonesia masih di bawah rata-rata negara Asia Timur dan Pasifik sebesar 0,62.

Skor tersebut mencerminkan Indonesia telah mencapai kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir meski masih terdapat defisit modal manusia.



(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id