Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: MI/Usman Iskandar)
Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: MI/Usman Iskandar)

Tantangan Penerapan GWM Rata-Rata

Ekonomi giro wajib minimum
Eko Nordiansyah • 28 April 2017 18:00
medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut pelaksanaan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer rata-rata (averaging) akan dilakukan secara bertahap. Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, BI berharap agar aturan ini bisa memberikan keleluasaan bagi bank dalam mengelola likuiditasnya.
 
"Implementasi GWM Primer rata-rata dilakukan secara berhati-hati dan bertahap dengan memperhatikan berbagai tantangan," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 28 April 2017.
 
Dirinya menambahkan, tantangan pertama adalah adanya surplus likuiditas di sistem perbankan. Selain itu BI menilai jika sebaran daripada likuiditas yang ada di sistem keuangan tidak merata. Saat ini likuiditas perbankan yang ada di operasi moneter itu sekira Rp300 triliun hingga Rp350 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun ada sebaran tidak merata. Bagi bank-bank yang akses terhadap pasar keuangan tidak semudah dengan bank lain, mereka cenderung tertekan. Nah dengan GWM averaging, akan ada keleluasaan bagi bank agar tidak terlalu mudah masuk ke pasar uang antarbank," jelas dia.
 


 
Selain itu, BI menilai jika minimnya ketersediaan instrumen di pasar uang menjadi tantangan lain diberlakukannya GMW Primer averaging. Di sisi lain akses bertransaksi antarbank juga belum merata khususnya bagi bank-bank dengan skala kecil.
 
"Saat ini mereka cenderung mengalami tekanan seandainya likuiditas terbatas, kita sebut saja bank skala kecil. Relatif ada segmentasi, itu bagi bank yang tidak mengalami akses yang cukup kuat tidak ada ruang," pungkasnya.
 
Saat ini, BI menerapkan GWM Primer averaging secara parsial. Namun penerapan GWM Primer rata-rata secara penuh 6,5 persen pun belum ditentukan waktunya. Aturan tersebut akan berlaku mulai 1 Juli 2017 dengan penerapannya BI juga memberikan masa transisi 1 bulan.
 
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.19/6/PBI/2017 tentang Perubahan Kelima Atas PBI Nomor 15/15/PBI/2013 tentang Giro Wajib Minimum (GWM) Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif