Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Erlangga
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Erlangga

Atasi Covid-19, Ketersediaan Data Jadi Kendala Jalankan Kebijakan

Ekonomi Sri Mulyani pandemi covid-19
Eko Nordiansyah • 18 November 2020 10:47
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi covid-19 memberikan dampak yang luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk itu pemerintah dituntut mengambil kebijakan yang tepat untuk merespons perkembangan yang ada.
 
Sayangnya di negara berkembang seperti Indonesia, ketersediaan data menjadi kendala dalam menjalankan kebijakan. Tanpa ada data yang tepat, pemerintah tidak mungkin menjalankan kebijakan yang sudah direncanakan dengan baik.
 
"Kadang-kadang mungkin Anda benar-benar memiliki niat yang baik, tetapi ketika Anda tidak memiliki data yang sempurna atau data yang lengkap, serta sistem yang ada, maka desain kebijakan Anda tidak dapat diterapkan," kata dia dalam webinar Bloomberg Economy Forum di Jakarta, Rabu, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, kehadiran teknologi digital diharapkan membantu mengatasi masalah ketersediaan data seperti yang dihadapi Indonesia. Menurut dia, ekonomi digital memungkinkan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat dengan tepat sasaran.
 
"Teknologi digital, sekali lagi banyak membantu. Jika misalnya kita punya target nama per alamat, apakah ini jaring pengaman sosial, apakah ini untuk usaha kecil menengah, maka Anda dapat dengan mudah menargetkan orang-orang itu langsung ke akun (rekening) mereka, sehingga tidak ada beban persyaratan birokrasi. Tetapi kami belum memiliki data lengkap ini untuk Indonesia," jelas dia.
 
Ia menambahkan, dalam situasi seperti ini banyak orang yang harus bekerja dari rumah sehingga pendapatan yang diterimanya tidak seperti dalam kondisi normal. Dengan kondisi ini, pemerintah dituntut untuk bisa menerapkan kebijakan yang tepat, sehingga bukan membebani.
 
"Bahkan pemerintah dan rakyat kita, mereka tidak bekerja dalam situasi normal. Kebanyakan dari mereka sekarang bekerja dari rumah. Dan itulah mengapa Anda tidak dapat merancang kebijakan seolah-olah semua orang masih bekerja dengan situasi normal. Dan itulah yang benar-benar kita butuhkan untuk mengubah desain (kebijakan)," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif