Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Biro KLIP Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Biro KLIP Kemenko Perekonomian

Ekonomi RI Tembus 5,72%, Airlangga: Bukti Pemulihan di Tengah Perlambatan Global!

Angga Bratadharma • 08 November 2022 10:21
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2022 justru kembali mencatatkan kinerja impresif di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang diikuti dengan prediksi akan terjadinya resesi dunia pada 2023. Hal itu dengan mampu tumbuh sebesar 5,72 persen (yoy) atau 1,81 persen (qtq), melanjutkan tren pertumbuhan yang solid sejak awal 2022.
 
Dengan ditopang oleh fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat, kinerja ekonomi Indonesia masih tetap terjaga. Diharapkan kondisi tersebut bisa terus terjadi di masa-masa mendatang dan mampu menekan risiko negatif akibat resesi di perekonomian global.

"Capaian ini patut kita syukuri karena membuktikan bahwa roda pemulihan ekonomi domestik terus bergerak cepat di tengah perlambatan ekonomi global yang sedang berlangsung," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir dari keterangan tertulisnya, Selasa, 8 November 2022.
 
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar PDB dengan mampu tumbuh tinggi sebesar 5,39 persen (yoy). Sementara konsumsi LNPRT tumbuh signifikan mencapai 6,09 persen (yoy). Kemudian PMTB mampu tumbuh sebesar 4,96 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi dunia usaha.
Baca: Lebih Rendah Ketimbang Nasional, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melambat

Daya beli masyarakat terdorong berkat adanya peningkatan realisasi program perlindungan sosial sebesar 12,46 persen (yoy) dan peningkatan realisasi subsidi BBM sebesar 111,96 persen (yoy). Mobilitas masyarakat yang semakin pulih menjadi determinan utama pendorong aktivitas ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baik dari sisi pengeluaran maupun sisi sektoral. Di saat yang sama, pemerintah juga mengambil langkah-langkah responsif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan inflasi global," ungkap Airlangga.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir terjadi di seluruh sektor lapangan usaha selama triwulan III-2022. Sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh positif sebesar 4,83 persen (yoy). Sektor utama lainnya, seperti sektor pertambangan dan pertanian mengalami pertumbuhan, masing-masing 3,22 persen (yoy) dan 1,65 persen (yoy).
 
"Pulihnya berbagai sektor usaha di triwulan III-2022 juga mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja," ungkap Menko Airlangga.  
 
Ia menambahkan kebijakan dan strategi pemerintah akan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga inflasi di level yang stabil. Kebijakan fiskal masih menjadi instrumen utama sebagai shock absorber, sementara stabilitas harga akan dijaga melalui program kebijakan 4K.
 
Adapun 4K yang dimaksudkan yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. "Untuk jangka menengah panjang, pemerintah akan terus memperkuat fundamental ekonomi bangsa melalui peningkatan kualitas SDM, dan melanjutkan reformasi struktural,” tutup Airlangga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif