Menkeu Bambang Brodjonegoro -- Foto: Reuters/Darren
Menkeu Bambang Brodjonegoro -- Foto: Reuters/Darren

Menkeu: Pemerintah Tak Bisa Kontrol Dua Asumsi Makro Ekonomi

Suci Sedya Utami • 22 Januari 2015 21:33
medcom.id, Jakarta: Pemerintah dan DPR masih membahas asumsi makroekonomi yang tepat untuk nantinya dicantumkan dalam Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 dan menjadi target untuk dicapai.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menjelaskan ada dua asumsi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah, yaitu nilai tukar rupiah terhadap dolar dan juga harga minyak.
 
"Kurs bisa dikontrol Bank Indonesia (BI), harga minyak dikendalikan oleh pasar. Untuk kedua variabel ini pemerintah harus realistis karena akan dibaca oleh pihak luar sebagai asumsi yang kredibel," kata Bambang, dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2015).

Pemerintah sendiri telah menaruh asumsi rupiah pada level Rp12.200 per USD. Meskipun dirinya tak menampik saat ini pergerakan nilai tukar cenderung lebih lemah dari angka tersebut.
 
"Nilai tukar dia akan relatif lebih lemah daripada rata-rata kurs 2014 sekitar Rp11.900 per USD, jadi sudah pasti di atas Rp12.000. Melihaat perkembangan terakhirnya range-nya Rp 12.500-Rp12.600 per USD," terangnya.
 
Sementara, Bank Indonesia menaruh proyeksi rupiah pada kisaran batas bawah Rp12.200 per USD dan batas atas Rp12.800 per USD.
 
"Kami melihat itu masih sesuatu yang baik, tapi pertimbangan ekonomi dunia yang masih rentan, range itu (Rp12.200-Rp12.800) kami sampaikan dalam APBNP 2015 dalam perkiraan BI," jelas Gubernur BI Agus Martowardojo.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan