Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : AFP.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : AFP.

Defisit Anggaran 2021 Melebar Jadi 5,2% dari PDB

Ekonomi defisit anggaran APBN 2021
Eko Nordiansyah • 28 Juli 2020 12:59
Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 menjadi 5,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit anggaran meningkat dari kesepakatan awal antara pemerintah dan DPR sebelumnya, yakni 4,7 persen dari PDB.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelebaran defisit anggaran ini untuk menghadapi ketidakpastian soal pemulihan ekonomi kedepannya. Dengan pelebaran defisit anggaran ini, maka pemerintah akan memiliki cadangan belanja sebesar Rp179 triliun.
 
"Presiden akan tetapkan prioritas belanja untuk betul-betul mendukung pemulihan ekonomi nasional tahun depan. Prioritas ini yang akan kita dukung untuk penambahan belanja," kata dia dalam video conference usai rapat terbatas di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prioritas belanja pemerintah tahun depan antara lain untuk ketahanan pangan, pembangunan kawasan industri yang didukung infrastruktur, serta peningkatan teknologi informasi dan komunikasi yang ditujukan agar konektivitas di Indonesia dari sisi teknologi digital bisa ditingkatkan dan merata di seluruh wilayah.
 
"Kemudian Presiden menekankan bidang pendidikan dan kesehatan terutama untuk penanganan covid pasca-2020 dan dukungan untuk biaya vaksin. Presiden akan meminta untuk besok kita akan melakukan ratas lagi untuk penggunaan anggaran tambahan dari adanya defisit ini sehingga dia benar-benar produktif dan didukung oleh rencana belanja yang baik," jelas dia.
 
Selain itu, Presiden Jokowi meminta agar belanja pemerintah juga difokuskan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Belanja di sektor produktif ini diharapkan bisa menimbulkan dampak atau manfaat yang paling tinggi, sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional bisa berlanjut tahun depan.
 
"Presiden meminta kami untuk melakukan fokus belanja-belanja tersebut yang didukung dengan tambahan defisit agar benar-benar bisa dilakukan untuk pulihkan ekonomi dan menciptakan kesempatan kerja, serta kurangi kemiskinan secara lebih cepat. Untuk mengejar lagi dampak covid tahun ini yang tingkatkan jumlah pengangguran atau kemiskinan," pungkasnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif