Kepala Humas DJPPR Kementerian Keuangan Hadi Surono - - Foto: Medcom.id/ Mustholih
Kepala Humas DJPPR Kementerian Keuangan Hadi Surono - - Foto: Medcom.id/ Mustholih

Kemenkeu Bidik Warga Semarang Investasi di Infrastruktur

Ekonomi kementerian keuangan sbn ritel
Mustholih • 01 Februari 2020 19:31
Semarang: Kementerian Keuangan membidik masyarakat Semarang, Jawa Tengah sebagai investor potensial dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Mereka ditawari untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) Ritel senilai minimal Rp1 juta keluaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko.
 
"Karena uang itu digunakan untuk APBN dan dialokasikan untuk belanja-belanja prioritas di bidang pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia. Dengan minimal Rp1 juta mereka sudah bisa investasi," kata Kepala Humas DJPPR Kementerian Keuangan Hadi Surono, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 1 Februari 2020.
 
Menurut Surono Kementerian Keuangan menjamin keamanan investasi lewat SBN Ritel. Warga Semarang yang berinvestasi di surat berharga bakal mendapat keuntungan sebesar 6,3 persen per tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini lenih tinggi dari rata-rata bunga deposito yang rata-rata empat sampai lima persen," tuturnya.
 
Hadi mengatakan warga Semarang merupakan pasar yang cukup potensial. Selama tiga hari Kementerian Keuangan menawarkan SBN Ritel, sebagian besar dari mereka tertarik untuk membeli.
 
"Semangat investasi mereka cukup tinggi. Setiap hari ketemu 300 orang, 50 persennya mereka mendaftar untuk mendapat single investor identity (SID)," beber Hadi.
 
Hadi berujar SBN Ritel mulai ditawarkan ke masyarakat Indonesia sejak 27 Januari hingga 13 Februari 2020. Kementerian Keuangan menargetkan mampu menghimpun dana Rp1 triliun dari penawaran surat berharga tersebut.
 
"Target ini untuk se-Indonesia, bukan hanya di Jateng atau Semarang saja," jelas Hadi.
 
Hadi pun mengimbau masyarakat Semarang tidak terjebak dalam investasi bodong. Mereka disarankan berinvestasi lewat pembelian surat berharga negara.
 
"Karena uang mereka akan dijamin Pemerintah. Jadi investasi mereka tidak mungkin hangus," pungkasnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif