Pemerintah terbitkan Sukuk Wakalah senilai USD2 mliar. (FOTO: dok DJPPR)
Pemerintah terbitkan Sukuk Wakalah senilai USD2 mliar. (FOTO: dok DJPPR)

Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakalah Senilai USD2 Miliar

Ekonomi sukuk
Eko Nordiansyah • 14 Februari 2019 13:19
Jakarta: Pemerintah menerbitkan Sukuk Wakalah senilai USD2 miliar. Penerbitan di pasar sukuk global terdiri dari penerbitan sebesar USD750 juta dengan tenor 5,5 tahun dan USD1,25 miliar dengan tenor 10 tahun, dengan format Reg S/144A Trust Certificates yang akan jatuh tempo pada 20 Agustus 2024 dan 20 Februari 2029.
 
Dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Kamis, 14 Februari 2019, Sukuk Wakalah ini diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (PPSI-III), sebuah badan hukum Indonesia yang bertujuan khusus untuk menerbitkan surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam mata uang asing di pasar internasional.
 
Sukuk Wakalah ini akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai. Setelmen akan dilaksanakan pada 20 Februari 2019. Sukuk Wakalah ini ditetapkan harganya pada 12 Februari 2019, dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,900 persen untuk tenor 5,5 tahun dan 4,450 persen untuk tenor 10 tahun. Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody's Investors Service, BBB- oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Transaksi ini berhasil dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya volatilitas yang tinggi di pasar modal global, dan berhasil menerbitkan Sukuk global dengan kelebihan permintaan sebanyak 3,8 kali.
 
Sukuk Wakalah dengan tenor 5,5 tahun merupakan penerbitan Green Sukuk kedua yang menunjukkan komitmen, leadership serta kontribusi Indonesia di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim.
 
Indonesia sebagai Penerbit Sovereign Green Sukuk global pertama, membuktikan komitmennya terhadap Perjanjian Iklim Paris di 2016, telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dalam beragam proyek pelestarian lingkungan, serta berhasil menarik investor asing yang beralih ke praktik korporasi berkelanjutan khususnya menuju pembiayaan berkelanjutan berbasis syariah.
 
Transaksi ini didukung oleh orderbook global dengan kualitas yang baik, yang menunjukkan ketahanan dan dalamnya pasar sukuk, serta menunjukkan kuatnya minat investor terhadap penerbitan ini. Penetapan harga (pricing) Sukuk Wakalah adalah pada 25 sampai dengan 30 basis poin (bps) lebih rendah daripada indikasi pricing awal (initial pricing guidance) untuk kedua seri.
 
Transaksi ini sejalan dengan tujuan Republik untuk memperkokoh pasar keuangan syariah global dan komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan.
 
Struktur akad sukuk ini adalah Wakalah, dengan underlying asset yakni Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan sebesar 51 persen dan proyek-proyek APBN yang sedang dalam pembangunan atau akan dibangun sebesar 49 persen.
 
Adapun Joint Lead Managers dan Joint Bookrunner terdiri dari Deutsche Bank AG, Dubai Islamic Bank PJSC, Maybank Investment Bank Berhad, PT Mandiri Sekuritas dan HSBC yang juga bertindak sebagai Green Structuring Advisor. Sementara PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-managers untuk transaksi ini.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif