Menteri Keuangan (menkeu) Bambang Brodjonegoro. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.
Menteri Keuangan (menkeu) Bambang Brodjonegoro. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Belajar Pembangunan dari Teknokrat Orde Baru

29 Mei 2016 11:27
medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan (menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan ekonom generasi selanjutnya dapat belajar cara menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dari slaah satu teknokrat Orde Baru yakni Widjojo Nitisastro, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional periode 1971-1973.
 
Bambang menjelaskan sangat pentingnya menekankan stabilitas perekonomian. Dengan stabilitas itu inflasi diharapkan bisa mendorong perekonomian. 
 
"Sehingga pertumbuhan ekonomi dan kependudukan mulai bisa diatur," kata Menkeu Bambang dalam acara Bedah Buku sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (29/5/2016). 

Bambang mengatakan pelajaran yang harus selalu diikuti oleh para ekonom generasi kini dan selanjutnya, termasuk dirinya sebagai Menteri Keuangan, adalah menomorsatukan stabilitas ekonomi makro.
 

 Belajar Pembangunan dari Teknokrat Orde Baru

Widjojo Nitisastro, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional


Ia menceritakan dirinya beruntung sempat memberikan langsung penghargaan Wirakarya Adhitama kepada Widjojo yang dikenal sebagai arsitek utama perekonomian Orde Baru, pada 2008 saat Bambang menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Penghargaan tersebut diberikan kepada alumnus yang dianggap berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
 
Menurut Bambang, ajaran Widjojo akan selalu menjadi referensi dan pedoman meskipun kondisi perekonomian Indonesia sekarang berbeda dengan pada masa lalu.
 
"Yang dikerjakan di masa lalu tetap akan menjadi referensi, rujukan dan cerminan bagi kami yang sekarang bertanggungjawab menjalankan pengelolaan ekonomi dan keuangan negara," ujar Bambang.
 
Widjojo Nitisastro yang wafat pada 9 Maret 2012 itu pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri sekaligus Ketua Bappenas pada periode 1973 hingga 1978, dan 1978-1983. Ekonom Anwar Nasution menilai Widjojo memiliki koneksi internasional, sehingga di era Orde Baru mampu meyakinkan pemerintah dan parlemen negara-negara IGGI/CGI untuk memberikan bantuan dan pinjaman lunak selama 32 tahun (1966-1998) kepada Indonesia.
 
Era Orde Baru kebijakan pemerintahan berjalan sentralistis sehingga peran Pemerintah Pusat dengan Bappenasnya sangat penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Peran itu yang mulai hilang pada masa era reformasi ketika adanya era otonomi daerah yang memberikan kesempatan bagi setiap daerah mengelola anggarannya dengan fokus kebijakan yang menyesuaikan potensi daerah masing-masing. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan