Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Jakarta salah satu lokasi yang paling memungkinkan untuk menggelar acara IMF-BW karena akses dan transportasi yang mudah dijangkau.
"Kalau opsi yang jelas mampu menangani ya cuma Jakarta kan. Enggak ada yang lain kalau sekian ribu orang yang datang," ujar Luhut di Kantor Kementerian bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin 25 September 2017.
Namun demikian, Luhut masih menunggu situasi terakhir dari Gunung Agung dan berharap acara masih dapat digelar di Bali. Selain itu, rencana pemindahan lokasi juga harus dikoordinasikan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.
"Kita belum putuskan, harus bicara dulu sama Pak Agus (Gubernur BI) dengan Bu Ani (Menteri Keuangan), meskipun kemarin perwakilan mereka ada juga yang sudah ikut. Tapi saya ingin ketemu sama mereka dulu, bagaimana. Atau kita tunggu dulu dalam dua minggu ke depan, apa yang terjadi. Karena kita belum tahu," ungkap mantan Menkopolhukam ini.
Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat nasional persiapan pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), di Kabupaten Badung, Bali, beberapa waktu lalu mengatakan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang dijadwalkan pada Oktober 2018 di Bali akan mendongkrak ekonomi daerah setempat, termasuk menggerakkan sektor usaha kecil menengah.
Pertemuan IMF-WB yang direncanakan di Pulau Dewata itu, akan dihadiri 15 ribu orang dari 189 negara yang bergerak disektor UKM, sektor akomodasi perhotelan dan restoran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News