Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Menkeu: Banyak Negara Punya Utang Lebih Banyak

Ekonomi utang luar negeri
Eko Nordiansyah • 23 Januari 2019 20:21
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan banyak negara di dunia yang memiliki utang lebih besar. Sementara Indonesia memiliki rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif aman.
 
Hal ini yang mendasari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meminta negara-negara di dunia memangkas utang pemerintahnya. Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisasi risiko ketidakpastian di pasar keuangan global.
 
"Pernyataan IMF disampaikan untuk semua negara di dunia. Dan itu biasanya untuk negara-negara yang memiliki rasio dari utang terhadap GDP-nya yang tinggi, tinggi itu tergantung," kata dia di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, imbauan IMF lebih menyasar kepada negara-negara yang memiliki rasio utang terhadap PDB di atas 60 persen. Dirinya menambahkan, banyak negara yang masuk kategori tersebut, tak hanya negara-negara berkembang maupun negara maju.
 
"Apakah itu negara-negara yang berasal dari negara emerging atau kuat, bervariasi. Banyak negara maju yang punya utang lebih banyak. Banyak negara-negara emerging juga punya utang lebih banyak," jelas dia.
 
Saat ini Sri Mulyani menyebutkan rasio utang Indonesia terhadap PDB berada di level yang aman di bawah 30 persen. Selain itu, realisasi defisit anggaran Indonesia pada 2018 hanya Rp259,9 triliun atau 1,76 persen dari PDB.
 
"Tentu kita ingin menyampaikan bahwa kita mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), keuangan negara, dan utang kita secara sangat hati-hati dan APBN itu dilihat secara keseluruhan, tidak hanya dari sisi utangnya," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif