Ilustrasi penerbitan SUN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBNS) khusus PPS - - Foto: dok Kemenkeu
Ilustrasi penerbitan SUN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBNS) khusus PPS - - Foto: dok Kemenkeu

Pemerintah Terbitkan 2 Seri SUN Khusus Peserta PPS

Ekonomi surat utang surat berharga negara Lelang Sukuk Negara Wajib Pajak Program Pengungkapan Sukarela Program Pengungkapan Pajak
Eko Nordiansyah • 25 April 2022 13:02
Jakarta: Pemerintah telah menerbitkan dua seri Surat Utang Negara (SUN) khusus bagi Wajib Pajak (WP) yang mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Penerbitan SUN ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya menerbitkan SBN dan SBSN.
 
Rincian kedua seri SUN dimaksud yaitu FR0094, tenor enam tahun (jatuh tempo 15 Januari 2028), yield 6,00 persen dan kupon 5,60 persen sebesar Rp351,16 miliar serta USDFR0003, tenor 10 tahun (jatuh tempo 15 Januari 2032), yield 3,65 persen dan kupon 3,00 persen sebesar USD5,33 juta.
 

Settlement atas transaksi SUN tersebut diikuti oleh tujuh dealer utama SUN yang menyampaikan penawaran pembelian mewakili 82 WP yang mengikuti PPS melalui mekanisme Private Placement.
 
"Transaksi ketiga dalam program PPS ini cukup menggembirakan dengan capaian nominal terbesar, dan diharapkan trennya terus meningkat hingga batas akhir untuk berinvestasi di SBN," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman dalam keterangan resminya, Senin, 25 April 2022.
 
Pemerintah akan menawarkan SBN khusus dalam rangka PPS secara rutin bergantian antara instrumen SUN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagaimana jadwal penerbitan (tentative) pada Landing Page https://www.djppr.kemenkeu.go.id/pps/ dan transaksi selanjutnya yaitu produk SBSN akan dilaksanakan pada 27 Mei 2022.
 
"Ke depan, pemerintah masih membuka penawaran penempatan dana ke investasi SBN sebanyak tujuh periode sepanjang 2022 berupa tiga SUN dan empat SBSN," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengajak wajib pajak peserta PPS dengan komitmen investasi yang saat ini telah mencapai Rp4,47 triliun dapat segera menginvestasikan hartanya, salah satunya ke instrumen investasi yang aman dan berisiko rendah yaitu SBN.
 
"Peserta dengan komitmen investasi ini yang terus kami dorong untuk segera berinvestasi sebelum batas waktu yang ditentukan dalam PMK-196/2021, yaitu 30 September 2023. Wajib pajak dapat menginvestasikan hartanya dengan aman dan berisiko rendah ke SBN yang ditawarkan pemerintah ini," ujar Suryo. 

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif