NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: MI/ Susanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: MI/ Susanto

Pemerintah Pakai Anggaran Kementerian Rp62,3 Triliun Beli Alat Medis

Ekonomi Virus Korona anggaran kementerian
Eko Nordiansyah • 20 Maret 2020 18:47
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengidenfitikasi dana sebesar Rp62,3 triliun dari anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L). Dana tersebut bisa digunakan untuk penanganan virus korona (covid-19) sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.
 
"Menyangkut pertama (anggaran) perjalanan dinas, belanja barang yang non-operasional, honor, dana blokir dan output cadangan. Kita masukan dalam kategori Rp62,3 triliun," kata dia dalam video conference di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.
 
Dia menerangkan anggaran ini akan diprioritaskan untuk belanja di bidang kesehatan seperti pengadaan alat kesehatan hingga test kit pendeteksi virus korona. Termasuk pula persiapan pemerintah untuk sarana dan prasarana pasien korona.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian untuk bangun kelengkapan rumah sakit, termasuk mempersiapkan wisma atlit dan pembangunan rumah sakit di Pulau Galang Kota Batam untuk penanganan covid oleh Kementerian PUPR," jelas dia.
 
Adapun jumlah realokasi anggaran K/L ini tercatat lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan sebesar Rp5 triliun hingga Rp10 triliun. Anggaran itu diperoleh dari kegiatan yang kurang prioritas, dana yang masih diblokir, sisa tender, dan kegiatan yang dibatalkan untuk realokasi anggaran penanganan covid-19.
 
Dari sisi stimulus dalam mengahadapi korona, pemerintah telah menggelontokan Rp10,3 triliun di paket I dan Rp22,9 triliun untuk paket II. Meski begitu, Menkeu memastikan setiap stimulus yang sudah diterbitkan akan dievaluasi lebih lanjut apa bisa dijalankan sesuai rencana atau bisa dialihkan untuk merespon kondisi terkini.
 
"(Stimulus sektor) pariwisata kita mungkin akan adjust, yang nilai sekitar Rp3,9 triliun. Apakah memang bentuknya sama seperti yang diberikan ke pengumuman pertama masih bisa berjalan? Betul bantu hotel restoran atau yang terkena dampak. Kita lihat lagi supaya kita terus menerus respon kondisi dinamis," ungkapnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif