Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu

Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Ajang Membangun Sustainable Finance

Eko Nordiansyah • 11 April 2022 14:30
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan semua negara harus memanfaatkan pandemi covid-19 sebagai ajang membangun keuangan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan era pascapandemi.
 
Komitmen bersama untuk menciptakan keuangan berkelanjutan (sustainable finance) ini juga selaras dengan Paris Agreement. "Dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing negara anggota ASEAN secara inklusif untuk memastikan tidak ada negara atau tidak ada anggota yang tertinggal,” kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Senin, 11 April 2022.
 
Sri Mulyani menekankan, pentingnya keuangan berkelanjutan bagi semua negara sebagai cara baru untuk melakukan investasi di berbagai bagian dunia. Hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh ASEAN sebagai salah satu kawasan berkembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, ASEAN harus mengambil kesempatan tersebut untuk mendukung agenda hijau nasional. Sementara, keuangan berkelanjutan juga menjadi agenda prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia pada 2022.
 
"Ini juga selaras dengan prioritas peran saya sebagai Co-Chair Coalition of Finance Ministers for Climate Actions. Kita perlu mempromosikan kohesi antara aksi domestik dan global dalam agenda iklim, termasuk keuangan berkelanjutan," ungkapnya.
 
Sebagai ASEAN Chairmanship 2023, Indonesia akan terus mendukung pengarusutamaan agenda iklim dan pendanaan iklim pada pertemuan tingkat menteri ASEAN di tahun depan. Namun komitmen ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak.
 
Untuk mendukung komitmen global tersebut, ia menyebut, Indonesia saat ini sedang berupaya membangun platform negara sebagai kerangka kerja untuk menyediakan pembiayaan yang diperlukan untuk mempercepat transisi energi nasional.
 
"Ini adalah sektor terpenting yang juga sangat mahal dalam hal pengurangan CO2 agar kita bisa menghasilkan net zero emission," pungkas dia.
 
Kehadiran platform negara tersebut bertujuan untuk memobilisasi sumber pendanaan komersial dan nonkomersial, terutama untuk proyek hijau, dengan partisipasi dari investor, termasuk Bank Dunia, INA, Glasgow Financial Alliance for Net Zero, dan bank pembangunan multilateral lainnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif