"Sekarang saja kita sudah masuk 10 besar ekonomi di dunia. Jadi ke depan kalau kita bicara Indonesia, orang akan bilang Indonesia adalah negara besar," kata Chatib seusai memimpin upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-69 Republik Indonesia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (17/8/2014).
Oleh sebab itu, Chatib menyerukan kepada warga negara Indonesia agar tetap menjaga kemerdekaan, sehingga bisa lebih memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dikemudian hari.
"Spirit kemerdekaan sekarang harus terus dijaga agar ke depan Indonesia bisa duduk dan sejajar dengan bangsa luar," ujar dia.
Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu ketika membacakan pidato kenegaraan di gedung DPR/MPR/DPD, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memaparkan, pertumbuhan kelas menengah Indonesia hingga saat ini cukup signifikan. Dari tadinya masuk dalam negara terbelakang di Asia, kini menjadi negara berpendapatan menengah.
"Bahkan menurut Bank Dunia, Indonesia peringkat 10 besar ekonomi dunia, jika dihitung Purchasing Power Parity. Kemudian, ada perbaikan taraf kehidupan, yang ditunjukkan dengan kelas menengah yang terus bertambah," ujar SBY baru-baru ini.
Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2003 jumlah kelas menengah di Indonesia adalah 37,7%. Namun, pada tahun 2010 jumlahnya meningkat menjadi 56,6%, atau setara 134 juta jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News