Pasalnya, kalau saja kendala ini sudah bisa diselesaikan tahun lalu, maka pembangunannya pasti sudah selesai dan bisa dinikmati satu atau dua tahun mendatang.
"Ini saya juga rencananya mau ke sana, mau tahu apa masalahnya. Karena itu kita cuma melihat apa maslahanya, jadi kita enggak ciptakan will baru, tapi bagaimana kita melihat kendalanya apa, kendalanya itu yang akan kita perbaiki," katanya di Jakarta, Rabu (26/11/2014) malam.
Meskipun demikian, soal pembiayaan kata Sofyan proyek ini menggunakan skema kerjasama pemerintah dengan swasta (public private partnership/PPP).
"PPP misalnya, itu sudah lama tapi yang bisa eksekusi cuma Jateng. Itu proyek PPP yang sukses pada tingkat kontrak, tender, tetapi hambatannya di lapangan. Diharapkan Menteri Agraria akan bisa membantu menyelesaikan lahan," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News