Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom/Eko.
Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom/Eko.

September 2021, Sri Mulyani Ungkap Simpanan Pemda di Bank Naik Lagi

Ekonomi Perbankan Sri Mulyani pemda Kementerian Keuangan
Eko Nordiansyah • 26 Oktober 2021 12:06
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan simpanan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada di perbankan kembali meningkat pada September 2021. Pada bulan lalu, simpanan dana pemda di daerah mencapai Rp194,12 triliun.
 
Ia menyebut, simpanan dana pemda di bank tersebut naik Rp15,16 triliun atau 8,47 persen dibandingkan dengan posisi Agustus 2021. Namun begitu, simpanan dana pemda ini mengalami penurunan sebesar Rp45,41 triliun atau 18,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 
"Dana pemda yang ditempatkan perbankan mencapai Rp194,12 triliun, ini melonjak lagi sebab dua bulan sebelumnya Juli-Agustus sudah menurun Rp173 triliun dan Rp178 triliun. Sekarang naik lagi di Rp194,12 triliun," kata dia dalam video conference, dikutip Selasa, 26 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan simpanan ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat belanja modal di daerah yang hanya 26 persen, sehingga anggaran akan terealisasi pada Oktober-Desember. Sri Mulyani menambahkan, simpanan pemda di bank ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan Juni yang mencapai Rp190,13 triliun.
 
"Waktu itu simpanan pemda mencapai Rp190 triliun. Meski demikian, dibandingkan dua tahun terakhir simpanan pemda ini jauh lebih rendah. Tahun lalu bahkan mencapai Rp239 triliun dan tahun 2019 lebih tinggi lagi Rp245 triliun. Ini tetap menjadi persoalan jumlah simpanan," ungkapnya.
 
Selain itu, ia mengatakan, masih terdapat daerah dengan nilai dana di bank yang melebihi kebutuhan biaya operasional untuk tiga bulan ke depan. Selisih tertinggi adalah Jawa Timur yang mencapai Rp11,8 triliun dan selisih terendah ada di Lampung yang defisit Rp968,45 miliar.
 
"Kalau dilihat sampai akhir 2020, jumlah simpanan pemda masih di atas Rp90 triliun, bahkan mencapai diatas 100 Triliun di 2019. Ini merupakan suatu hal yang terus kami observasi untuk terus diperbaiki, baik dari sisi cahsflow di pusat dan daerah," pungkasnya
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif