Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan seluruh komponen pengeluaran memang mengalami pertumbuhan di kuartal III tahun ini. Hanya saja impor tumbuh paling tinggi mencapai 30,11 persen diikuti oleh ekspor yang tumbuh 29,16 persen.
"Pertumbuhan tertinggi ada di impor dan diikuti ekspor. Jadi perdagangan internasional ini mendominasi pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran," kata dia dalam video conference, Jumat, 5 November 2021.
Ia menambahkan pertumbuhan ekspor yang cukup tinggi ini didukung oleh membaiknya perekonomian di sebagian besar mitra dagang utama Indonesia. Selain itu, ekspor migas maupun nonmigas sama-sama mengalami pertumbuhan di kuartal III.
"Ekspor nonmigas tumbuh terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sementara ekspor migas tumbuh seiring peningkatan nilai ekspor gas, hasil minyak, dan peningkatan harga komoditas migas," ungkapnya.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tercatat hanya tumbuh tipis 1,03 persen, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 2,96 persen, konsumsi pemerintah tumbuh 0,66 persen, dan PMTB atau investasi tumbuh 3,74 persen.
Dari sisi konsumsi rumah tangga, penopang pertumbuhannya antara lain penjualan eceran untuk makanan minuman dan tembakau yang tumbuh 5,79 persen, serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit yang tumbuh 9,42 persen.
"Konsumsi pemerintah masih tumbuh karena didorong peningkatan realisasi belanja barang dan jasa di APBN yang tumbuh sebesar 12,40 persen. Kenaikan belanja juga didorong pelaksanaan program penanganan dampak pandemi covid-19," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News