Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Kementerian Keuangan)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Kementerian Keuangan)

APBN 2020 Dirancang Dukung Pariwisata hingga Perluasan MRT

Ekonomi ekonomi indonesia RAPBN 2020
Desi Angriani • 16 Juli 2019 06:31
Jakarta: Pemerintah merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk mendukung program pembangunan serta menampung visi dan misi Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan belanja negara akan diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur pariwisata sesuai arahan Presiden.
 
Pembangunan infrastruktur tersebut harus terintegrasi dengan sentra produksi, kawasan pariwisata, kawasan ekonomi khusus, produksi perkebunan, pertanian hingga UMKM. Adapun prioritas destinasi wisata tersebut yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika dengan tambahan anggaran Rp6,4 triliun.
 
"Untuk destinasi dari pariwisata akan mendapatkan prioritas dari sisi keseluruhan belanja yang menyangkut belanja infrastruktur baik itu di Menteri PUPR maupun Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata dan juga menteri yang lain terkait, seperti Bekraf dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal," ujar Ani sapaannya, Senin 15 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, perluasan Mass Rapid ransit (MRT) Jakarta fase kedua, Bundaran HI-Kampung Bandan juga akan masuk dalam prioritas APBN 2020. Perluasan moda transportasi publik tersebut diharapkan bisa menambah rute Lebak Bulus-Bundaran HI.
 
"Ini semuanya akan masuk di dalam RAPBN 2020 karena menyangkut subsidiary loan agreement nanti ke pemerintah DKI Jakarta," imbuh dia, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
 
Menkeu menambahkan sejumlah pos seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah serta Kartu Pra Kerja juga masuk ke dalam desain APBN 2020. Rencananya, pemerintah akan meluncurkan 400 ribu KIP-Kuliah hingga empat tahun mendatang.
 
Kemudian untuk beberapa pos yang berhubungan dengan janji presiden seperti KIP-Kuliah akan ditambah jumlah beasiswa baru yang sekarang ini jumlahnya sekitar 380 siswa akan ada tambahan sekitar 400.000 siswa yang akan kita jaga pada 4 tahun ke depan.
 
Untuk Kartu Pra Kerja, pemerintah berencana mendesain Rp10 triliun, yakni 1 juta kartu melalui pelatihan digital, dan 1 juta kartu pelatihan reguler.  
 
Dari sisi kartu sembako, pemerintah juga akan menambah jumlah rumah tangga serta jumlah manfat per keluarga. "Kartu Pra Kerja, kartu sembako maupun KIP-Kuliah yang menjadi prioritas bapak presiden yang sudah disampaikan bapak presiden selama itu," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif