Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Suku Bunga Jepang Negatif Belum Tentu Datangkan Inflow ke RI

Suci Sedya Utami • 30 Januari 2016 10:21
medcom.id, Jakarta: Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) memotong suku bunga acuan secara drastis pada level minus 0,1 persen. Hal ini cukup mengejutkan pasar keuangan global.
 
Pasalnya, jika suku bunganya negatif maka yang terjadi deposan di Jepang memiliki kewajiban membayar bunga bukan mendapat bunga jika menaruh dananya di pasar keuangan Jepang. Lantas, apakah ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik dana-dana tersebut masuk ke dalam negeri?
 
Menilai hal tersebut, Menko Perekonomian RI Darmin Nasution mengatakan langkah BoJ tak serta merta bisa mendatangkan inflow bagi Indonesia.

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia ini dunia usaha nasional tak terlalu banyak yang minat membenamkan dana di Negeri Sakura tersebut. Sehingga tak ada yang bisa dibawa pulang atau ditarik kembali ke dalam negeri.
 
"Dunia usaha kita enggak terbiasa juga," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2016) malam.
 
Terkecuali, lanjut Darmin jika Pemerintah sudah menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam denominasi mata uang Jepang yakni Samurai Bond, seperti yang pernah digadang-gadang Kementerian Keuangan.
 
"Paling-paling kalau Pemerintah menerbitkan Samurai Bond baru kemudian kita bisa menikmatinya," jelas Darmin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan