Ekonom Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko . Foto : Medcom/Annisa Ayu.
Ekonom Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko . Foto : Medcom/Annisa Ayu.

Tiga Dampak Jika Indonesia Resesi di 2020

Ekonomi ekonomi indonesia
Annisa ayu artanti • 28 Oktober 2019 15:51
Jakarta: Ekonom Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko menilai Indonesia harus siap-siap menghadapi gejolak ekonomi global, khususnya risiko apabila terjadi resesi.
 
"Paling tidak ada tiga dampak yang akan mengenai kita (Indonesia) kalau terjadi resesi," kata Prasetyantoko di Gedung Yustinus Atma Jaya, Jakarta, kepada Medcom.id, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Pertama, Prasetyantoko menyebutkan, risiko yang akan menimpa Indonesia jika resesi terjadi adalah spillover effect. Dampak ini terjadi akibat keluarnya arus modal dan terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengatasi ini, otoritas harus segera menetapkan kebijakan baru mengenai suku bunga. Jika terjadi resesi, suku bunga harus ditingkatkan paling tidak 25 bps untuk menjaga arus modal dan nilai tukar rupiah.
 
"Kita harus bersiap jangan sampai spillover effect ini menggerus nilai tukar kita terlalu dalam. Sehingga instrumen yang harus dimainkan tadi itu suku bunga," jelas dia.
 
Prasetyantoko melanjutkan risiko kedua adalah cyclical effect seperti menurunnya permintaan global yang kemudian akan merembet pada penurunan harga komoditas. Hal ini dapat diantisipasi dengan pemberian berbagai insentif fiskal dari pemerintah seperti kebijakan fiskal mengenai ekspor-impor
 
"Fiskal ada dua. Satu untuk menurunkan impor dengan menaikan bea masuk dan sebagainya. Dan kedua meningkatkan ekspor dengan meningkatkan insentif untuk motivasi utk meningkatkan," sebut dia.
 
Terakhir dampak yang terjadi jika terjadi resesi adalah Indonesia akan kehilangan minat investasi oleh investor. Ekspor indonesia juga diperkirakan akan terus melemah.
 
"Ini harus disikapi dengan transformasi ekonomi. Jadi peningkatan produktivitas, peningkatan kulaitas SDM, kebijakan industri dalam rangka membuat ekonomi kita itu tidak terjebak pada pertumbuhan yang rendah," imbuh dia.
 
Prasetyantoko kemudian menambahkan bahwa tidak ada yang mengetahui apakah resesi pada 2020 akan terjadi. Ia hanya mengimbau pemerintah harus waspada.
 
"Apakah 2020 itu terjadi resesi? Itu sebetulnya tidak ada yang tau. cuma potensi dan risikonya meningkat akhir-akhir ini. Sehingga kewaspadaan dan persiapan harus kita tingkatkan juga," tukas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif