Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas

Waduh! Kepala Bappenas Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Masih di Bawah Potensinya

Antara • 03 September 2021 09:37
Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 secara rata-rata berada di bawah potensinya. Diharapkan kondisi tersebut bisa berubah dan nantinya tumbuh lebih maksimal di kemudian hari.
 
"Selama ini sasaran pertumbuhan ekonomi jangka menengah sulit tercapai karena ekonomi Indonesia tumbuh di bawah pertumbuhan potensialnya,” kata Menteri Suharso, dilansir dari Antara, Jumat, 3 September 2021.
 
Menteri Suharso menyampaikan rata-rata pertumbuhan ekonomi setelah krisis finansial Asia lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sebelum krisis dan dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan pada kisaran lima persen per tahun.

Dalam paparannya, rata-rata pertumbuhan ekonomi sebelum krisis 1998 sebesar 7,1 persen per tahun. Kemudian pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMN) 2005-2009, rata-rata pertumbuhan sebesar 5,7 persen per tahun. Lalu pada RPJMN 2010-2014 sebanyak 5,8 persen per tahun dan pada RPJMN 2015-2019 turun menjadi 5,0 persen per tahun.
 
Suharso memperkirakan usai covid-19 pertumbuhan ekonomi potensial berada di bawah lima persen jika tidak ada upaya ekstra. Selain itu, kesenjangan pendapatan per kapita juga semakin melebar jika ekonomi tidak tumbuh tinggi.
 
Pendapatan per kapita Indonesia berpotensi disalip Filipina pada 2037 dan oleh Vietnam pada 2043. Begitu juga dengan tingkat produktivitas yang akan terus menurun dan terendah di kawasan Asia.
 
Oleh karena itu, pada 2022 perlu dilakukan intervensi kebijakan melalui upaya ekstra agar pada 2045 Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi. Adapun 2022 merupakan tahun penting untuk pemulihan ekonomi dan perlu memberikan optimisme yang realistis pada publik.
 
“Pemulihan ekonomi belum optimal karena masih fokus pada penanganan pandemi, sehingga masih terdapat recovery gap yang lebar,” ujarnya.
 
Bappenas memperkirakan dengan intervensi kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia sepanjang 2022-2045 diperkirakan sebesar 6,3 persen. Pada Rencana Kerja Pemerintah 2022, Bappenas juga telah merencanakan pelaksanaan berbagai major project yang diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan lainnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan