Sofyan mengatakan, di luar dari ketidakpastian ekonomi, tahun ini pengusaha juga dihadapi gejolak geopolitik dalam negeri. Pemilihan presiden membuat bingung para pebisnis. Sehingga sosok pemimpin nanti akan menjadi penentu bisnis ke depan.
"Makannya kita wait and see. Kita ingin stabilitas politik yang pasti. Kita ingin suatu kepastian yang pasti. untuk kita berani berinvestasi," kata Sofyan di Hotel Westin, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
Sofyan bercerita, ia telah bertemu dengan 300 pengusaha dan mayoritas dari pengusaha tersebut memilih untuk menunggu siapa yang akan menjadi pemimpin Indonesia untuk periode 2019-2024 sebelum melakukan ekspansi bisnisnya. Apakah Joko Widodo atau Prabowo Subianto.
Lalu, ia juga menyinggung soal kampanye pada pilpres tahun ini yang dinilai tidak bermutu. Kampanye pada pilpres ini dinilai hanya berisi ujaran kebencian tanpa menyuguhkan program-program berkualitas dari masing-masing kandidat yang mendukung keberlangsungan usaha.
"Kita bicara dengan 300 perusahaan besar. Mereka bilang, itu kok lucu, kok kita kampanye kali ini tidak bicara program cuma saling menghujat satu sama lain. Ini gimana kita? siapa yang harus kita pegang," tutur Sofyan.
Meski demikian, Sofyan menambahkan, masyarakat Indonesia termasuk para pengusaha tetap harus menjalankan demokrasi dengan memilih dari salah satu dari kandidat tersebut.
"Tapi ya sudah lah kita demokrasi. Tapi ini menimbulkan was-was kepada pengusaha. Makannya wait n see itu terjadi," pungkas dia.
Pengusaha Masih Ekspansif
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani sebelumnya menilai kegiatan ekonomi di 2019 akan sama baiknya dengan 2018.
"Kelihatannya (kegiatan ekonomi 2019) mungkin akan positif, sama saja (dengan 2018) karena semua kegiatan berjalan biasa, normal. saya rasa kondisinya akan cukup baik," katanya saat dihubungi Media Indonesia, beberapa waktu lalu. Ia pun menilai bahwa kalangan pengusaha tidak akan menahan ekspansinya atau pengembangan usahanya di tahun politik ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News